Kumpulan tulisan Muhammad Yasin, Wartawan, Blogger dan pebisnis online

Jumat, 10 Februari 2012

Lightbox Studio, Percantik Produk dengan Foto

jasafotografi
Apa jadinya kalau toko online menampilkan produk yang tidak menarik dipandang, tentu akan mengurangi minat beli pengunjung bukan?. Apalagi saat ini Indonesia sejak 2010 mengalami peningkatan pengguna internet sebesar 32 %, termasuk didalamnya jual beli produk melalui e-commerce dan sosial media (lansiran comscore).

Sayang kalau kesempatan ini tidak dimanfaatkan oleh para pebisnis skala kecil dan menengah dengan memaksimalkan tampilan produk yang memikat mata. Lightbox Studio, sebuah jasa fotografi produk yang berpusat di Bandung memanfaatkan kesempatan berharga ini.

Layanan foto yang satu ini memfokuskan target pasarnya hanya pada produk yang biasa dijual melalui online atau melalui katalog, seperti baju, celana, sepatu, asesories, jilbab, kosmetik, obat-obatan, makanan serta produk lainnya.

“Pilihan foto produk karena banyak pebisnis membutuhkan jasa ini, apalagi saat ini e-commerce berkembang pesat. Kami ingin menjadi perusahaan yang expert dalam satu bidang fotografi tertentu saja,” tutur Ovik Hamdan sang pemilik Lightbox Studio.

Alasan lain, menurut Ovik meskipun saat ini kebanyakan orang sudah memiliki kamera, namun tidak semua orang bisa memotret produk dengan baik. Karena utuk menghasilkan foto produk yang bagus dibutuhkan keahlian khusus, terutama penguasaan komposisi dan pencahayaan (lighting).

Peluang Jasa Fotografi
Ia menganalisa ada tiga peluang besar dalam bisnis jasa foto produk ini. Pertama, pasar yang membutuhkan jasa foto produk masih sangat banyak ditambah pengguna internet semakin pesat. Kedua, kompetitor sedikit. 

Saat ini masih sedikit fotografer yang turun untuk jasa pemotretan produk. Ketiga, Bussiness process relatif singkat. Proses dari mulai pemotretan sampai jadi dibuat ringkas, sehingga klien bisa segera menjajakan foto produknya.

Peralatan fotografi yang digunakan Lightbox Studio menurut Ovik sudah sesuai dengan standar pemotretan produk, terdiri dari 2 kamera DSLR, 2 Personal Computer, 3 pasang lighting dan asesories lainnya untuk menunjang kualitas dan kecepatan memotret.

Karena kliennya kebanyakan para pemilik toko online, ia pun memasarkan jasanya menggunakan internet dengan nama domain www.jasafotografi.com.

Sejak berdiri tahun 2009, Lightbox Studio sudah memiliki banyak pelanggan. Pelanggan terdiri dari usaha skala kecil, menengah dan besar. Mereka berasal dari Bandung, Jakarta, Bekasi dan Surabaya. Dalam sebulan ia meraup omset 8 sampai 12 juta.

“Kebanyakan klien adalah pemilik produk atau pemilik online store, atau para pemula di online store yang awalnya hanya jualan offline, ada juga yang dari company besar biasanya order itu datang dari advertising agent jadi tidak langsung dari company nya.” kata pria kelahiran 9 April 1981 ini.
.
Dalam menjalankan usahanya, Ovik dibantu satu karyawan tetap, dua orang freelancer editing foto dan 3 orang freelancer fotografer. Letak kantornya cukup startegis yaitu di komplek Mekar Wangi Jalan Mekar Abadi I No. 80 Bandung.

Selain pemotretan produk, Lightbox Studio juga menyediakan layanan desain katalog, brosur, pembuatan website dan percetakan. “Kami menyediakan layanan tersebut karena klien biasanya tidak mau repot pindah-pindah penyedia jasa. Mereka inginnya one stop shopping, mulai dari foto produknya, katalognya sampai pembuatan webnya” kata Ovik.

Ovik mematok harga jasanya cukup murah dibanding harga dari studio foto konvensional. Misalnya untuk jenis pakaian 10-30 item Rp. 18.000, jenis produk yang bisa memantulkan cahaya 10-30 item Rp. 28.000,- serta untuk jenis makanan dan minuman 10-30 item hanya 48.000,-.

Jika ada yang ingin tawar menawar atau konsultasi Ovik menyediakan saluran YM, email dan telepon di webnya yang aktif selama jam kerja. Setelah sepakat, jika klien berada di Bandung produk akan ambil dan antar kembali.

Jika klien di luar Bandung, barang bisa dikirim dengan ongkos yang ditanggung klien. Atau tim Lightbox Studio datang ke tempat klien untuk melalakukan pemotretan.

“Rata- rata 50 produk bisa kami foto dalam 1 hari, setelah itu proses editing selama 2 hari, namun biasanya tergantung kondisi, bisa lebih cepat atau lambat, karena saat ini kami juga memiliki beberapa klien reguler yang setiap minggunya harus kami penuhi pemotretan produknya,” kata Ovik.

Produk yang akan difoto diperlakukan istimewa, seperti kalau baju di setrika dahulu, dibersihkan. Setelah difoto, produk diperlihatkan dahulu 1 sample dalam berbagai komposisi dan angle. Klien diminta memilih satu yang terbaik. Selanjutnya dieksekusi sesuai dengan image yang dipilih itu.

“Cara ini meminimalisasi kesalahan, tapi jika tidak sesuai dengan ekspektasi kita ada garansi foto ulang jika ada kesepakatan sebelumnya,” kata lulusan jurusan Manajemen Komunikasi Fikom Unpad Bandung ini.

Layanan lainnya adalah foto gratis bagi calon klien yang ingin mengetahui kualitas fotonya. Produk harus dikirim ke workshopnya, nanti produk akan dikembalikan beserta file nya. Jika cocok maka kerjasama bisa diteruskan, tapi jika tidak suka dengan kualitas foto boleh tidak memakai jasanya.

Melalui jasa ini Ovik berharap bisa meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk menjadi entepreuneur yang menjual produk apapun selama itu halal dengan kualitas foto yang sangat indah dipandang.

1 komentar:

Posting Komentar