Kumpulan tulisan Muhammad Yasin, Wartawan, Blogger dan pebisnis online

Jumat, 06 April 2012

Villa Domba Sukses Garap Tabungan Kurban

Villa Domba
Mendekati Hari Raya Idul Adha, sudah pasti para pebisnis yang terjun di bidang jual beli domba dan sapi akan sibuk mencari para pelanggan. Mereka gencar memasang iklan, menyebarkan brosur hingga menyuplai domba-domba kurban di sepanjang jalan strategis.

Demikian halnya dengan Villa Domba Niaga Indonesia. Perusahaan yang bergerak dalam bidang penggemukan dan pembibitan domba ini malah terlihat santai. Namun mereka berhasil mengeluarkan domba minimal 500 ekor setiap musim kurban.

Ternyata rahasia suksesnya terletak pada manajemen program tabungan kurban. Gagasan tabungan kurban sebetulnya lahir secara tidak sengaja. Dua tahun lalu, salah seorang konsumen ingin membeli domba dengan sistem tabungan agar tidak memberatkan. Dari kasus inilah villa domba kemudian melaunching program tabungan kurban yang hasilnya ternyata memuaskan.

“Semenjak itu, Villa Domba mengubah pola pemasaran hewan kurban yang awalnya gencar ditawarkan ke konsumen menjelang Idul Adha, sekarang kami sudah mengemasnya dalam suatu produk yang dinamakan Tabungan Qurban. Dengan strategi ini kegiatan pemasaran justru dilakukan setahun sebelumnya” tutur Agus Ramada Setiadi Direktur Utama Villa Domba yang lokasinya terletak di perbukitan yang cukup asri dan sejuk yaitu di Desa Jatisari, Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung Jawabarat.

Besarnya nilai setoran yang dibayarkan oleh penabung pada tiap bulannya bervariasi sesuai spesifikasi berat hidup domba yang diinginkan penabung. Sebagai contoh untuk domba berat 30 Kg maka nilai setoran tabungan tiap bulannya minimal Rp. 112.500 selama 12 bulan.

Bagi penabung kategori perseorangan, dana setoran tersebut dibayarkan secara langsung oleh penabung tiap bulannya melalui transfer antar bank. Sedang penabung yang mendaftar secara group, pembayarannya melalui kordinator yang telah ditunjuk secara resmi oleh para penabung dan diketahui oleh Villa Domba. Kordinator inilah yang akan menyetorkan kepada Villa Domba.

Villa Domba akan mencatat setiap dana penabung dan membuat laporannya dalam bentuk tertulis berupa Kartu Tabungan Domba Qurban. Selanjutnya kartu akan dikirimkan melalui email dalam bentuk PDF file pada tiap bulannya secara langsung kepada penabung perseorangan dan melalui koordinator penabung.

Nilai tabungan selama 12 bulan tersebut sudah termasuk layanan ongkos kirim hewan kurban ke alamat penabung walaupun hanya menabung 1 ekor, selama itu masih dalam cakupan area pengiriman armada Villa Domba. Saat ini mitra pemasaran Villa Domba sekaligus cakupan armada Villa Domba tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, Bandung, Purwakarta dan Cirebon.

Untuk mempromosikan program tabungan ini ke masyarakat perkotaan Villa Domba menjalin kemitraan dengan pihak lain yang memiliki kemampuan akses pasar seperti pengurus masjid, komuniats tertentu, koperasi di perkantoran, perorangan dan yang lainnya. Para mitra pemasar ini mendapatkan keuntungan mulai Rp. 25.000 hingga 75.00,- per ekor.

Menjalin Kemitraan untuk Membangun Desa
Villa Domba menerapkan strategi kemitraan bersama petani desa dalam mempersiapkan hewan kurban melalui usaha penggemukkan. Sepanjang pengalaman Villa Domba dalam bermitra bersama petani desa, satu orang petani desa bisa mendapatkan keuntungan bagi hasil rata-rata Rp.400 ribu dari satu ekor domba selama satu siklus usaha penggemukkan.

”Dengan kemampuan petani memelihara antara 5 hingga 10 ekor. Maka setidaknya dua juta rupiah akan menjadi potensi pendapatan ekonomi warga desa. Ini belum terhitung potensi pupuk kandang yang bisa dihasilkan dari kotoran ternak domba.” tutur Agus Ramada.

Agus Ramada mengakui usaha penggemukkan domba bermitra dengan petani desa sangat minim biaya. Hanya saja perlu ditetapkan aturan main yang disepakati bersama dalam bentuk kerjasama bagi hasil yang saling menguntungkan. Paling penting yaitu pembagian resiko, tugas, dan tanggungjawab yang tertuang dalam bentuk tertulis.

Villa Domba bersama para mitra produksinya baik itu petani desa ataupun peternak strategis bertugas menggemukkan domba kurban dengan dana operasional yang bersumber dari setoran penabung tiap bulannya. Pembayaran yang dilakukan dengan cara menabung itu berarti suatu keuntungan untuk kelancaran cash flow usaha Villa Domba.

“Potensi ekonominya luar biasa. Alirkan rejeki di kota untuk membangun desa. Lihat di sekeliling kita, dimulai dari lingkungan tetangga dekat kita saja misalnya, apabila ada 100 orang warga yang ikut serta pada suatu komplek perumahan. Maka itu artinya potensi dana masyarakat yang terkumpul bisa mencapai 150 juta untuk beralih ke desa,” kata Agus.

Ketersediaan stock domba kurban bergantung pada produksi anakan dari induk domba betina. Minimal 500 ekor anak domba jantan tiap tahunnya dijadikan domba bakalan untuk persiapan kurban dari produksi 1000 ekor betina yang dimiliki Villa Domba.

Saat ini mitra peternak yang bekerjasama dengan Villa domba 70% berada di wilayah Kabupaten Bandung. Mitra terbanyak berada di kecamatan Cangkuang dan Ciwidey. Satu desa rata-rata memiliki 50 mitra peternak.

Kesuksesan Villa Domba dalam menjalankan peternakan domba ini mengundang banyak perhatian masyarakat, khususnya para peternak domba. Untuk memfasilitasi besarnya keingintahuan itu Villa Domba membuka wisata edukasi seputar peternakan domba di lokasi perbukitan Desa Jatisari. Maka tidak heran jika hari-hari libur banyak wisatawan berkunjung ke Villa Domba untuk menimba ilmu.

Penulis : Muhammad Yasin
Diterbitkan oleh Majalah Pengusaha Muslim 
Edisi 11 Vol 1 November 2010 Rubrik Strategi Bisnis Hal 46-47 

Khalifah Tour, Berusaha Melayani Tamu Allah Secara Maksimal

Khalifah Tour
Indonesia adalah salah satu negara yang paling banyak mengirimkan jemaah haji dan umrah dalam jumlah yang sangat siginifikan dibanding negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya. Hal ini bisa dipahami karena Indonesia merupakan Negara dengan penganut umat Islam terbanyak di dunia.

Kondisi ini memunculkan banyak para pengusaha yang terjun menjajaki bisnis biro perjalanan haji dan umrah sebagai jawaban akan peluang besar tersebut. Mengacu pada data yang dikeluarkan Departemen Agama pada tahun 2009, dari 220 biro perjalanan haji, hanya 120 biro saja yang memenuhi persyaratan.

Artinya terdapat 100 biro perjalanan yang statusnya illegal. Jumlah ini pun belum termasuk biro perjalanan ibadah haji dan umrah. Tentu saja kemunculan-kemunculan biro perjalanan haji tak berizin ini berdasaraan pada besarnya potensi bisnis di dalam biro perjalanan ibadah haji.

Khalifah Tour, sebagai salah satu biro perjalanan haji dan umrah di Bandung yang sudah mengantongi izin Departemen Agama No D/351/2004 mencoba bersaing dengan banyaknya biro-biro serupa, tentu dengan pelayanan yang maksimal.

“Salah satu ibadah mahdah yang erat kaitannya dengan pelayanan adalah ibadah haji dan umrah. Pada satu sisi ini adalah ibadah, namun pada satu sisi lain, ini adalah dunia wisata, dimana setiap orang bisa mengeluh dengan pelayanan yang diberikan oleh biro perjalanan haji dan inilah yang dilupakan oleh biro perjalanan haji dan umrah” tutur Eri Marawijaya Marketing and Communication Staf Khalifah Tour.

Oleh karena itu menurut Eri yang ditemui dikantornya di Jalan Cisangkuy 48, Bandung, menyatakan bahwa visi dari Khalifah Tour adalah biro perjalanan haji dan umrah melalui bimbingan maksimal dengan fasilitas optimal.

Khalifah Tour sendiri awal berdirinya sekitar tahun 2004 merupakan anak perusahaan Safari Suci yang sama bergerak di biro perjalanan haji dan umrah. Safari Suci dikhususkan untuk segmentasi pasar menengah ke atas. Sedangkan Khalifah Tour untuk kalangan menengah.

Seiring perjalanan waktu dalam menangani jamaah haji dan umrah pelanggan secondline dari Safari Suci, pada tahun 2007, Khalifah Tour menjadi perusahaan biro perjalanan haji dan umrah yang mandiri dibawah nama PT Citraceria Usaha Khalifah.

Akhirnya Khalifah Tour yang dipimpin oleh Direktur H. Rustam Sumarna ini mau tak mau mengejar segmentasi pasar menengah ke atas juga. Hasilnya kurang lebih terdapat 2.500 alumnus dengan program umrah dan 600 alumnus dengan program haji yang pernah diberangkatkan.

Meminimalisir Khilafiyah
Sebagaimana dituturkan Eri, Ibadah haji jauh lebih rumit dari ibadah umrah. Umrah hanya mencangkup ihrom dari miqot, kemudian tawaf, sa’i dan diakhiri dengan Tahalul. Sedangkan haji dimulai dari Ihram, Wukuf di Arofah, Tawaf Ifadah, Sa’I, Tahallul dan Tertib.

Belum lagi ada beberapa perbedaan pendapat di kalangan para ulama perihal teknis ibadahnya, salah satunya mabit di Mina. Sebagian besar jamaah haji di Indonesia menurut Eri tidak melaksanakan mabit di mina.

Alasan utamanya adalah membludaknya jamaah haji di tempat ini. Belum lagi saat berakhir mabit di Mina, jutaan jamaah haji akan menuju ke Arafah untuk melaksanakan wukuf sebelum zuhur. Sehingga kemungkinan tertinggal akan lebih besar.

Untuk meminimalisir khilafiyyah itu, Khalifah tour masih bisa memfasilitasi para jamaah haji yang ingin melaksanakan mabit di Mina. Sedangkan untuk menuju Arafah beberapa fasilitas kendaraan sudah disediakan. Kalau pun jamaah harus berjalan menuju Arafah, maka itu akan dilakukan.

“Ini adalah fasilitas yang kita tawarkan. Dan tentunya untuk mabit di Mina ada biaya tambahan. Sedangkan untuk mengatasi dari Mina ke Arofah sekarang ini sudah dioparesikan mono rail. Tahun kemarin kita menggunakan bus, tapi ada juga yang jalan kaki yang jaraknya 9 kilometer” kata Eri.

Bimbingan melalui manasik haji dan umrah merupakan pelayanan yang paling mutlak ada di setiap biro perjalanan haji dan umrah. Khalifah Tour dengan target jamaah yang rata-rata memiliki kesibukan memilih waktu manasik hanya lima kali pertemuan.

Setiap kali pertemuan menghabiskan waktu antara 4 sampai 5 jam, kecuali pertemuan terakhir yang berlangsung seharian karena para jamaah diinapkan. Dan yang tak kalah penting dari biro perjalanan haji dan umrah, menurut Eri, terletak pada para pembingbingnya.

Karenanya, Khalifah memilih para pembimbing yang usianya masih muda dengan segudang pengalaman dan memiliki komunikasi interaksi yang sangat dekat dengan jamaah.

“Kedekatan dengan ustadz ini yang paling efektif dalam merangkul calon pelanggan. Ini melampaui semuanya. Karena itu personal touch-nya kita khususkan. Makanya pembimbing kita usianya 90% masih muda antara 35-40 tahun. Karena memang ibadah haji dan umrah itu ibadah yang berat” kata Eri.

Khalifah Tour sendiri memiliki dua program ibadah haji, yaitu Khalifah Rahmah selama 26 hari dan Khalifah Maghfirah selama 17 hari. Untuk mengurangi kelelahan selama di perjalanan dari Indonesia menuju tanah suci atau pun sebaliknya, khalifah Tour memilih penerbangan yang memiliki waktu tempuh sependek mungkin seperti Garuda Indonesia, Saudi Airlines atau Singapore Airlines.

Sedangkan untuk fasilitas penginapan, tampaknya Khalifah Tour selalu ingin memberikan yang terbaik akan kenyaman jamaah haji. Baik hotel di Makkah, Madinah dan Jeddah, Khalifah Tour memilih hotel bertaraf bintang lima dengan jarak yang sangat dekat ke Masjid Utama.

Seperti halnya di Makkah Khalifah Tour memilih Hotel Hilton Tower, di Madinah memilih Hotel Oberoi dan di Jeddah memilih hotel Marriott. Semuanya hotel berbintang lima. Kalaupun ternyata pihak hotel tiba-tiba memutuskan sepihak pemesanan hotel dari Khalifah Tour, maka Khalifah Tour tetap akan memilih hotel berbintang lima. Kalaupun ternyata pihak hotel tiba-tiba memutuskan sepihak pemesanan hotel dari Khalifah Tour, maka Khalifah Tour tetap akan memilih hotel berbintang lima. Dan inilah yang menjadi permasalahan bagi para biro perjalanan haji dan umrah.

“Kita bisnis dengan orang-orang Arab kadang susah. Mereka seringkali tidak komit dengan janji. Padahal kita sudah pesan kamar hotel dengan uang tunai. Tiba-tiba bisa dibatalkan sepihak oleh mereka dengan alasan ada rombongan lain yang membayar lebih mahal, apalagi kalau ada keluarga kerajaan, wah kita sudah tidak bisa apa-apa. Padahal jamaah kita sudah ada di tanah suci” sesal Eri.

Selain memfasilitasi ibadah haji, Khalifah tour juga memfasilitasi ibadah umrah dan wisata agama yang dinamai dengan program Muslim Tour. Untuk Umrah Khalifah Tour memiliki tiga program diantaranya program Umrah Reguler yang terdiri dari Umrah Regular 9 Hari Madinah, Umrah Regular 9 Hari Mekkah dan Umrah Regular 14 Hari.

Khalifah Tour dengan jumlah pegawai 12 orang, saat ini dalam mempromosikan programnya memfokuskan keberadaan para pembingbing baik di berbagai pengajian dan seminar. Selain itu media massa pun tidak luput dari pilihan untuk mendatangkan pelanggan.

Bahkan beberapa fasilitas internet masih fokus dimanfaatkan untuk menyapa para alumnus jamaah haji dan umrah seperti email, sms blash, facebook dan tentunya situs utama www.khalifahtour.com. Karena menurut Eri dari para alumnuslah, promosi program Khalifah Tour akan tersampaikan dengan sangat tepat kepada calon pelanggan.

PT CitraCeria Usaha Khalifah
Jl. Cisangkuy 48 Bandung 40115

Diterbitkan oleh Majalah Pengusaha Muslim
Edisi 11 Vol 1 November 2010, Rubrik Topik Utama Hal 16-18 

Penulis : Muhammad Yasin