Kumpulan tulisan Muhammad Yasin, Wartawan, Blogger dan pebisnis online

Sabtu, 03 Maret 2012

Gorengan Cendana Raih Omset Rp. 3 Juta Perhari

Anda tentu tak asing dengan makanan jajanan gorengan, seperti goreng pisang, tahu goreng, ataupun tempe goreng. Namun apakah Anda tahu bahwa bisnis yang sering dinilai sebelah mata ini justru mampu membuat pemiliknya membeli rumah, menghajikan orangtua, serta mengantarkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. Inilah yang dialami oleh H. Yusuf Amin pengusaha jajanan gorengan cendana asal Cirebon.

Nama goregan cendana sama sekali tidak ada kaitannya dengan pohon cendana apalagi dengan keluarga cendana di Jakarta sana. Nama gorengan cendana adalah istilah atau julukan yang diberikan masyarakat kota Bandung kepada makanan gorengan hasil produksi H. Yusuf Amin yang kebetulan mangkal di jalan Cendana Kota Bandung.

Dalam sehari H. Yusuf Amin mampu menjual anatar 5000 hingga 6000 jenis jajanan gorengan dengan omset sekitar Rp. 3 juta. Omset ini bisa bertambah sampai Rp. 4 juta lebih saat bulan Ramadhan tiba. Padahal dalam menjajakan gorengan ini, H. Yusuf Amin hanya menyediakan satu gerobak besar dengan saung terpal di pinggir Jalan Cendana.

H. Yusuf mulai membuka lapaknya dari pukul 3 sore sampai pukul 9 malam dibantu oleh 10 orang karyawan yang semuanya ia boyong dari kampung halamannya. Selama enam jam itu ia membutuhkan sekitar 1 kwintal pisang tanduk, 2000 tahu, 75 kg tepung terigu, 45 Kg ubi, 4 kg kacang ijo, 40 butir nanas serta 10 bonjor tempe.

Mengembara ke Bandung
Kisah perjalan bisnis H. Yusuf Amin bermula dari kampung halamannya di Cirebon. Saat itu pemuda yang tak lulus SD ini menikahi seorang gadis bernama Sumarni.

Orang tua serta mertuanya adalah buruh tani, sehingga pria kelahiran 11 September 1953 ini membantu mereka di sawah. Namun setahun kemudian kemarau panjang melanda daerahnya. Apalagi istrinya tengah hamil tua.

H. Yusuf lantas memutuskan untuk merantau ke Bandung dengan meninggalkan istrinya. Disana ia menginap di rumah Maripah, kakak sepupunya di Cihaurgeulis. Disinilah ia mencoba mengais rizki dengan berdagang. Dengan modal dan gerobak hasil pinjaman, H. Yusuf memulai usahanya sebagai pedagang sekoteng hangat.

Setiap malam usai shalat Isya, ia mulai menjajakan dagangannya sambil mendorong gerobak dari satu daerah ke daerah lainnya yang jaraknya hingga puluhan kilo meter. Pukul 02.00 dini hari H. Yusuf baru pulang ke rumahnya.

Setelah anak pertamanya berusia delapan bulan, H. Yusuf memboyong istri dan anaknya ke Bandung. Masih bertempat di Cihaurgeulis, sisa uang hasil jualan sekoteng hangat ia sisihkan untuk menyewa bekas jongko pasar yang sebenarnya tak layak huni untuk berteduh bersama keluarganya. Sisanya, ia gunakan untuk membeli gerobak sekoteng milik temannya tersebut.

Beralih Menjadi Tukang Gorengan
Dua tahun berjualan sekoteng ternyata belum mampu menyejahterakan keluarganya. Dia pun kembali memutar otaknya mencari cara untuk menjemput rizki. Dari ajakan temannya yang berjualan jajaran gorengan, H. Yusuf memberanikan memulai usaha gorengan pada tahun 1977.

Gerobak pisang goreng serta peralatan masak milik salah satu kenalannya ia beli seharga Rp 67.500.

Jalan Ciliwung, Bandung, menjadi tempat pertama H. Yusuf menjual makanan gorengannya. Sayang di tempat ini H. Yusuf hanya bertahan semalam. Ia tidak tega melihat disampingnya ada seorang ibu yang juga menjual gorengan. Setelah berkeliling kota Bandung, akhirnya H. Yusuf memilih mangkal di Jalan Cendana.

Bersama sang istri tercinta, serta anak pertamanya yang baru berusia dua tahun, Jaja Zakia Yamani, H. Yusuf pun semangat berjualan. Kali ini ia mulai membuka lapaknya usai menunaikan shalat Dzuhur hingga pukul 10 malam. Meski awal berjualan jajanan gorengan selalu mengalami kerugian, namun setelah sebulan berjalan laba pun mengalir.

Tahun demi tahun dagangan H yusuf makin dikenal. Masyarakat pun menjulukinya dengan nama Gorengan Cendana. Pelangganya, dari kalangan bawah sampai konglomerat, rela antri untuk membeli, apalagi ketika bulan ramadhan tiba.

Gorengan Cendana ini pun kerap menjadi langganan para anggota DPRD Jawabarat untuk menemani rapatnya sampai larut malam. Bahkan ada pelanggan gorengan cendana ini berasal dari luar kota, seperti dari Surabaya dan Jakarta. Apalagi media massa pun ikut meliput dan turut mendongkrak usaha gorengannya.

Memang makanan gorengan cendana sedikit berbeda dengan gorengan lainnya. Jajanan gorengan cendana berwarna kecoklatan dan tidak menyerap terlalu banyak minyak goreng. Sehingga gorengan cendana terasa lebih renyah.

Selain pisang goreng yang menjadi ikon gorengan cendana, H. Yusuf Amin menyediakan pula kudapan khas sunda lainnya, seperti gorengan tahu isi, gorengan combro, gorengan kacang hijau, gorengan nanas serta gorengan tempe yang masing dijual dengan harga Rp. 600.

Ketekunan dan kesabarannya membuahkan hasil. Pada Oktober 1983 H. Yusuf, atau enam tahun setelah berjualan jajanan gorengan H. Yusuf berkesempatan membeli sebuah rumah sederhana dari tabungan. Lima tahun kemudian H. Yusuf Amin beserta istrinya berangkat ke Makkah untuk menunaikan rukun Islam ke lima.

Kini H. Yusu telah memiliki 5 buah rumah. Satu rumah ia dedikasikan untuk kepentingan umat dengan membuat Majelis Taklim ibu-ibu yang berasal dari Cirebon. Sisanya untuk anak-anak, serta karyawannya yang kini sudah mencapai 10 orang.

Empat anaknya, ia kuliahkan hingga jenjang perguruan tinggi. Dua diantaranya sudah menjadi dokter umum. H. Yusuf jugs mmbuatkan rumah untuk orangtua dan mertuanya di Cirebon an memberangkatkan mereka ke Makkah.

Diterbitkan oleh Majalah Pengusaha Muslim
Edisi 9 Vol 1/15 Desember 2010.
Rubrik laporan utama hal 28-29.

2 komentar:

Azzam Espisangijo mengatakan...

KEMITRAAN ES PISANG IJO AZZAM HEBAT


ES PISANG IJO
Es pisang ijo adalah salah satu kekayaan kuliner nusantara yang tidak pernah lekang oleh waktu dan tidak pernah pudar dengan zaman. Makanan ini merupakan makanan khas Makassar. Rasanya yang manis dan gurih serta aroma pandannya yang khas dengan penyajian yang menggoda, maka makanan ini layak untuk dijadikan sebagai jajanan sehat dan lezat yang bisa dinikmati kapan saja terutama ketika kita sedang lapar dan dahaga. Es pisang ijo ini benar-benar bisa menghilangkan lapar dan dahaga seketika. Untuk bisa menikmati es pisang ijo ini kita tidak harus pergi jauh ke tempat asalnya di Makassar, karena untuk saat ini hampir di setiap kota di pulau jawa, sumatera, Madura dan bali kita bisa dengan mudah menemukan penjual es pisang ijo. Survey membuktikan bahwa makanan khas Makassar ini bukan saja digemari oleh orang-orang Makassar saja tapi orang di luar Makassar juga sangat banyak yang menyukainya. Kami sendiri sebagai penjual es pisang ijo telah membuktikan kurang lebih sudah 4 tahun kami berjualan sampai sekarang tahun 2013 masih bertahan bahkan semakin berkembang. Rata-rata tiap hari kami bisa menjual es pisang ijo 50 porsi per hari dari per outlet, jika ada 10 outlet saja berarti tiap hari kami telah menjual rata-rata 500 porsi es pisang ijo. Ini menandakan bahwa es pisang ijo adalah makanan khas daerah yang layak dilirik untuk dijadikan bisnis. Memang bisnis es pisang ijo ini tidak terlalu menjanjikan karena mungkin sebagian orang berfikir bisnis es pisang ijo ini tidak tahan ketika musim hujan tiba. Ya walau bisnis es pisang ijo ini tidak menjanjikan menurut sebagian pelaku bisnis kuliner, tapi kami telah membuktikannya. Ketika musim hujan kami tetap berjualan, dan ternyata peminatnya tetap ada. Jadi musim hujan bukan suatu penghalang untuk mengais rejeki dengan kelezatan es pisang ijo khas Makassar ini.
Nah, bagi Anda yang ingin mencicipi lezatnya bisnis es pisang ijo, sekarang kami telah membuka kemitraan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Mengajukan permohonan
2. Memiliki semangat kewirausahaan
3. Menjalankan bisnis dengan sungguh-sungguh
4. Memiliki target pasar
5. Mentaati dan melaksanakan peraturan usaha dan system operasional yang ditetapkan oleh manajemen es pisang ijo azzam hebat
6. Memiliki dana untuk membeli paket kemitraan
7. Membeli minimal satu paket kemitraan di kota yang terjangkau oleh kami
8. Membeli minimal 5 paket kemitraan jika lokasi mitra jauh dari tempat produksi kami.

Paket kemitraan ini kami tawarkan dalam dua pilihan harga sebagai berikut:
1. Harga Rp 3.000.000,- mitra akan mendapatkan satu unit gerobak lipat full banner, perlengkapan jualan: 1 buah termos es, 1 buah toples vla, 1 buah cidukan vla, 1 buah toples pisang ijo, 1 set toples toping coklat, keju dan kacang, 1 buah pisau, 1 buah jepitan pisang ijo, 1 lusin mangkok, 1 lusin sendok bebek, 1 buah kain serbet, 1 buah lap kanebo, 1 buah parutan keju, 2 baju seragam kerja, 500 lembar brosur promosi.

2. Harga Rp 7.000.000,- mitra akan mendapatkan satu unit gerobak dorong full banner, perlengkapan jualan: 1 buah termos es, 1 buah toples vla, 1 buah cidukan vla, 1 buah toples pisang ijo, 1 set toples toping coklat, keju dan kacang, 1 buah pisau, 1 buah jepitan pisang ijo, 1 lusin mangkok, 1 lusin sendok bebek, 1 buah kain serbet, 1 buah lap kanebo, 1 buah parutan keju, 2 baju seragam kerja, 500 lembar brosur promosi.

Bagi calon mitra silahkan bisa datang langsung ke alamat kami yang tertera di samping kanan atas blog ini, atau bisa telpon langsung ke bagian marketing kami dengan nomor HP:0853-8584-2653

PENA GROUP mengatakan...

www.penafood.blogspot.com

Poskan Komentar