Kumpulan tulisan Muhammad Yasin, Wartawan, Blogger dan pebisnis online

Minggu, 30 Januari 2011

Majelis Taklim Alhikmah Tempat Ngaji Aktivis Organisasi Wanita Kota Bandung

Berawal dari sebuah kesadaran diri untuk menjadi umat yang paham terhadap ajarannya, beberapa wanita yang tergabung di GOW (Gabungan Organisasai Wanita) kota Bandung, pemilik Gedung Wanita di Jl. L. R.E. Martadinata No 84 Bandung, berinisiatif untuk mengadakan pengajian kecil-kecilan.

GOW sendiri merupakan gabungan organisasi wanita kota Bandung yang saat ini jumlahnya mencapai 63 organisasi, antara lain: Dharma Wanita, Wanita Bhayangkari, Persatuan Istri Tentara (PERSIT), Persatuan Istri AURI, Persatuan Istri Kehakiman, Persatuan Wanita Dago, Persatuan Istri Insinyur, Persatuan Sarjana Wanita, dan beberapa organisasi wanita lainnya. Hj. Nani Dada Rosada, istri Walikota Bandung, Dada Rosada, menjadi penasihat Yayasan Gedung Wanita ini.

“Kelihatannya banyak sekali pengurus GOW yang belum bisa baca Alquran dan kurang paham agama Islam. Maka, harus ada Majelis Taklim (MT) sebagai solusinya,” tutur ketua MT Alhikmah, Hj. Saraswati Suhardjo mengawali percakapannya dengan Alhikmah beberapa waktu lalu.

April 1996, terbentuklah Majelis Taklim Alhikmah di kediaman ketua Yayasan Gedung Wanita, Mami Halimi, bilangan Ir. H. Djuanda 394. Meskipun yang pertama hadir kurang dari 6 orang, prosesi pengajian tetap berjalan.

Serupa tabloid ini, meski bukan satu payung institusi, nama Alhikmah pun dipilih atas usul Hj. Euis Oong, dengan harapan para jamaah MT dapat senantiasa mengambil hikmah dari berbagai ketetapan yang diberikan Allah SWT.

“Kita ingin mendapatkan hikmah dari Allah supaya umat ini bangkit dan tergerak membaca Alquran, mengerti Alquran dan memahami hukum Islam,” kenang Hj. Saraswati Suhardjo.

Euis Oong selaku Da’iyah sekaligus Penasihat GOW, dengan sabar membimbing para anggota yang hadir untuk membaca iqra. Kurang lebih 4 bulan berjalan, para anggota yang hadir telah lancar membaca alquran.
Seiring kesibukan Mami Halimi sebagai tuan rumah pengajian, Majelis Taklim Alhikmah pun dialihkan ke rumah Saraswati Suhardjo di bilangan kebon Bibit 14, Bandung.

“Kalau kalian mau ikut bergabung silahkan datang ke Kebon Bibit. Pengajian itu bukan untuk saya tapi untuk pengetahuan ibu sendiri. Saya hanya sediakan tempat, makanan dan mukena untuk shalat. Anggaplah itu sedekah saya untuk kemajuan Alhikmah,” lanjut Saraswati, mengenang saat itu.

Ajakan ini lantas mendapatkan respon positif dari para anggota GOW. Satu persatu mereka datang untuk mengikuti Taklim di rumah Saraswati.

“Motivasi saya ikut pengajian ini karena ingin belajar membaca Alquran dan juga silaturahim dengan anggota GOW lainnya. Di lingkungan saya memang ada Majelis Taklim, tapi di sini kekeluargaannya lebih terasa,” tutur Ketty Suparman, Jamaah MT Alhikmah, yang juga menjabat Sekretaris Umum Yayasan Pendidikan Budi Wanita asal Kemakmuran Raya, Riung Bandung.

Hal senada dirasakan oleh HJ. Siti Mariam Ahmad, salah seorang Jamaah MT Alhikmah asal Cisirung Dayeuhkolot, Kab Bandung. “Saya ngaji di rumah serasa benar, padahal setelah ngaji di sini, bacaan quran saya banyak yang salah. Makanya saya ingin sekali bisa mengaji terutama panjang pendeknya makhraj huruf,” tuturnya.

Pengajian Alhikmah rutin diadakan setiap hari Rabu. Sebelum Dzuhur, sekitar 35 Jamaah berkumpul, lalu melakukan shalat Dzuhur berjamaah. Setelah itu, acara berlanjut dengan makan bersama, lalu diakhiri pengajian yang dibawakan oleh Ustadzah Hj. Euis Oong.

Aktivitas Majelis Taklim meliputi baca Alquran dan memahami arti dari setiap kalimat dalam alquran, yang sesekali diselingi ceramah keagamaan bertemakan hukum-hukum Islam.

Diterbitkan oleh Tabloid Alhikmah edisi 39

1 komentar:

Posting Komentar