Kumpulan tulisan Muhammad Yasin, Wartawan, Blogger dan pebisnis online

Kamis, 23 Mei 2013

Si Kinclong , Pionir Laundry di Bandung


Dedy Armadi tidak menyangka intuisi gagasan bisnis laundry kiloan pada tahun 2002 di Bandung kini telah banyak diikuti oleh banyak pebisnis laundry. 

Di sepanjang jalan Dipati Ukur Bandung yang terkenal dengan kawasan mahasiswa ini misalnya, kurang lebih 20 usaha laundry yang menerapkan sistem laundry kiloan. Begitu pun di daerah-daerah lainnya di kota Bandung bahkan di Jawabarat.

Awalnya bisnis laundry di Bandung memang dikenal sebagai bisnis yang memiliki segmentasi pasar kalangan atas dengan pola cuci satuan. Pakaian yang dicucikan pun hanya terbatas pakaian mewah seperti jas, pakaian pengantin, pakaian dinas, selimut dan pakaian mewah lainnya.

Meskipun cuci satuan menguntungkan tapi bagi Dedy masih ada cara lain supaya bisnis laundry setiap harinya kebanjiran order, tidak mengenal suasana apalagi cuaca. Inilah yang menjadi alasan munculnya Si Kinclong, Laundry Berbasis Kiloan di jalan Purwakarta 104 Antapani Bandung.

Mulai dari segementasi kalangan atas, menengah hingga bawah menjadi ceruk pasar Si-Kinclong. Tentu saja pakaian yang dicuci pun sangat beragam mulai dari yang mewah sampai yang biasa. Sehingga setiap saat showroomnya terus mendapatkan orderan.

Si Kinclong yang mulanya digarap oleh sepasang suami istri, Dedy Armadi dan Dini Wahyuni dengan satu mesin cuci dan satu mesin pengering hasil cicilan ini, kini telah memiliki 20 karyawan dengan 2 cabang di Tata Surya No. 3 Metro dan Margacinta No. 42.

Selain itu Si-Kinclong juga telah memiliki belasan mitra waralaba diantaranya di Jalan Degung No. 17 Buah Batu, Jalan Sarimanah No.19B Sarijadi, Jalan A.H. Nasution No.119A Ujungberung, Taman Kopo Indah II Blok 1 A2,  Jalan Hariangbanga No.8 ,  Jalan Olahraga Sport Centre Indramayu, Jalan Cibuntu Selatan No. 10 Holis, Jalan Inhoftank no 8, Jalan Babakan Sari No 93, Jalan Arcamanik Endah No 40, Jalan Sindanglayang no 21, Jalan Cigadung Raya Timur No 46 A, Jalan PSM no 24, Jalan Parakan Saat no 8 serta di Jalan Sederhana No. 31B.

Menurut penuturan manager Si-Kinclong, Hendra Susanto omset Si-Kinclong sekarang ini mampu meraup hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya. Omset ini berasal dari cabang Si Kinclong dan belum termasuk omset dari mitra waralaba.

Mencuci Jadi Lebih Mudah, Murah dan Praktis
Pelayanan yang diberikan Si-Kinclong kepada konsumen lumayan memuaskan. Setiap konsumen yang datang membawa pakaian akan disapa dan dilakukan penimbangan pakaian. Jika pelanggan masih terlalu sibuk cukup dengan memutar telepon, jemputan pun datang ke rumah.

Selanjutnya karyawan akan sama-sama menghitung banyaknya pakaian yang akan dicuci sambil diamati oleh pelanggan. Jika pelanggan enggan mengamati, maka resiko kehilangan ditanggung oleh pelanggan sendiri.

Selanjutnya, setiap helai pakaian yang akan dicuci diidentifikasi berdasarkan nama pelanggan dengan tujuan menghindari pertukaran dan antisipasi karena tiap order yang masuk akan diproses dalam mesin terpisah.

Tidak lupa karyawan akan memilah pakaian yang mudah luntur dengan yang tidak luntur sambil dilakukan pemeriksaan kantong pakaian. Hal ini dilakukan karena banyak ditemukan barang pelanggan seperti uang, flashdisk sampai handphone yang terbawa.

“Salah satu bentuk pelayanan kita adalah pemeriksaan pakaian jika ada barang yang ketinggalan. Kalau ditemukan barang milik pelanggan kita akan menghubungi mereka. Apapun jenis barangnya dan jumlahnya kita sampaikan. Kalau ngga diambil langsung sama pelanggan, kita masukan ke kotak simpanan” tutur Hendra.

Langkah selanjutnya pakaian akan dimasukkan ke dalam mesin cuci dengan dicampurkan detergen kemudian ditambah pewangi. Pelanggan tidak usah khawatir dengan kualitas detergen dan pewangi yang digunakan Si-Kinclong. Menurut pengakuan Hendra, deterjen dan pewangi yang digunakan bukan produk abal-abal.

Setelah proses pencucian beres, selanjutnya pakaian akan dimasukan ke dalam mesin pengering untuk dikeringkan. Proses pencucian serta pengeringan pakaian ini memakan waktu sekitar dua jam. Kemudian pakaian akan disetrika dan dikemas menggunakan plastik.

Standarnya pakaian yang sudah selesai dicuci bisa diambil oleh pelanggan setelah tiga hari. Namun, ada juga tawaran paket ekspres yang bisa diambil pada hari itu juga, dengan waktu sekitar 4 jam setelah pakaian masuk.

Si-Kiclong sendiri menawarkan enam paket kepada pelanggan yaitu, cuci kering biasa harga perkilonya 4000, cuci kering ekspres harga perkilonya 6000, cuci setrika biasa harga perkilonya 6000, cuci setrika ekpres harga perkilonya 10.000, setrika biasa harga perkilonya 4500 dan setrika ekspres harga perkilonya 9000.

Jika pelanggan mendapati pakaiannya masih terlihat kotor, Si-Kinclong memberikan garansi dengan mencuci ulang pakaian tersebut. Sedangkan untuk kasus kerusakan pakaian, Si-Kinclong akan menggantikan sesuai dengan nilai pakaian tersebut. Namun jika kasusnya kehilangan pakaian, misalnya dalam jumlah satu kilo, maka Si-Kinclong akan mengganti dengan jumlah uang senilai 10 kali lipat harga cucian satu kilo.

Kembangkan Waralaba One Village One Showroom
Menjamurnya usaha laundry di Bandung merupakan indikasi bahwa bisnis ini lumayan menggiurkan. Si-Kinclong melihat situasi ini sebagai kesempatan untuk memperluas jaringan kemitraan melalui waralaba Si-Kinclong.

“Si-Kinclong ini ke depannya akan selalu memperluas kemitraan melalui sistem waralaba hingga ke setiap titik kecamatan, kelurahan. Istilahnya One Village One Showroom, satu kelurahan satu Showroom. Karena untuk usaha laundry kiloan sendiri pasarnya sangat luas” kata Hendra.

“Menurut penelitian, keberhasilan seseorang memulai bisnis sendiri hanya diangka 20%. Adapun dengan franchise angka keberhasilan bisa lebih dari 70%. Omset cabang franchise laundry kiloan yang dikelola mitra kami dalam umur empat bulan berbanding dengan omset cabang kami dalam umur 1,5 tahun,” tambahnya.

Si-Kinclong memberikan ketentuan terkait dengan kemitraan waralaba, diantaranya luas bangunan minimal 30 m2, kondisi lokasi terletak di jalan utama menuju komplek padat penduduk, fasilitas operasional berupa motor roda dua, serta komposisi SDM operator dua orang dan satu orang supervisi.
Sementara itu investasi peralatan yang dibutuhkan senilai 85 Juta untuk waralaba di luar Bandung dan 50 Juta untuk waralaba di Bandung dan sekitarnya. Sedang untuk biaya waralabanya sendiri senilai 50 juta untuk lima tahun.

Dari total nilai investasi yang diberikan tersebut, pelanggan akan mendapatkan fasilitas yang lumayan banyak diantaranya, pelatihan operasional, pelatihan management dan administrator, SOP KIT, mesin cuci front loading 3 unit, mesin pengering 3 unit, mesin cuci dua tabung 1 unit, Vacuum cleaner 1 unit, Setrika 5 unit, timbangan gantung 4 unit, keranjang baju 50 unit, neon box,  accessories dan ATK, detergent matic 100 Kg, pewangi 100 pcs/ 1800 ml serta lokasi mitra waralaba akan dipromosikan bersama di beberapa media.

Adapun royalty fee yang diberikan Si-Kinclong antara 1 hingga 10 persen dari pendapatan mitra waralaba. Sedang margin keuntungan bisa mencapai 50 sampai dengan 60 persen.
Berikut tahapan bermitra bersama Si-KinClong
  • Presentasi general bisnis
  • Pembayaran Commitment Fee & Protect Lokasi
  • Survey lokasi & Setting tempat
  • Pembayaran sebesar 70% dari total investasi [pembelian peralatan]
  • Penjelasan Operasional
  • Penanda Tanganan Franchise Agreement masa kerjasama untuk 5 tahun
  • Asistensi Oprasional
  • Persiapan Opening
  • Pembayaran sisa Investasi
  • Grand Opening
Penulis : Muhammad Yasin
Diterbitkan oleh Majalah Pengusaha Muslim Edisi 13.
Volume 2. Januari September 2011
Rubrik Laporan Utama Tema Bisnis Laundr Banjir Rezeki

6 komentar:

Posting Komentar