Kumpulan tulisan Muhammad Yasin, Wartawan, Blogger dan pebisnis online

Minggu, 24 Oktober 2010

Majelis Taklim YUMI Wadah Khusus Pembinaan Mualaf

Pada awal berdirinya, Majelis Taklim YUMI hanya beranggotakan 10 orang. Wie Han lantas mengajak mualaf lain untuk bergabung. Termasuk para mualaf yang ditemuinya saat mengisi ceramah di masjid Lau-tze.

Kajian Al-Quran tentang berhala, yang diisi oleh Ku Wie Han dan Ustadz Weri berlangsung santai namun serius. Angin pagi meniup lembut pendopo rumah bergaya arsitektur China, Jalan Tubagus Ismail Dalam VIII No. 51, lokasi kajian rutin Majelis Taklim Yayasan Ukhuwwah Mualaf Indonesia (YUMI), Minggu (04/01).

YUMI sendiri berdiri sejak 1 Oktober 2006. Pada mulanya Ku Wie Han prihatin terhadap mualaf yang setelah masuk Islam, namun dibiarkan begitu saja. ”Ternyata banyak sekali diantara teman-teman kita yang belum memahami Islam. Kebanyakan setelah mereka mengucapkan syahadat, dibiarkan,” ungkap Ustadz keturunan Tionghoa ini kepada Alhikmah usai kajian. Wie Han menambahkan, banyak mualaf yang terlantar akibat tidak ada yang secara konsisten membimbing mereka.

Sebelum YUMI berdiri, Ku Wie Han yang menjadi mualaf sejak tahun 1988 berdakwah secara personal kepada orang-orang terdekatnya, antara lain Ibu dan sang adik. Semakin banyak orang yang sudah di-Islamkan, membuatnya berpikir untuk memiliki wadah khusus pembinaan mualaf.

“Saya ingin punya tempat khusus pembinaan mualaf tanpa bergantung pada orang lain. Tujuannya untuk lebih terfokus, termanage dan terkontrol agar pembinaan di masa datang akan lebih baik dibandingkan sebelumnya,” kata Wie Han yang memiliki nama Islam Muhammad Halim Abdurrahman.
Pada awal berdirinya, Majelis Taklim YUMI hanya beranggotakan 10 orang. Wie Han lantas mengajak mualaf lain untuk bergabung. Termasuk para mualaf yang ditemuinya saat mengisi ceramah di masjid Lau-tze.

Hanya dalam kurun waktu dua tahun, jumlah tersebut bertambah hingga mencapai angka 200 orang Jama’ah. Walaupun didirikan oleh Ku Wie Han yang berdarah Tionghoa, namun Majelis Taklim ini tidak membatasi diri pada mualaf etnis tertentu. “pokoknya asal dia mualaf, kita siap membinanya,” tegas Wie Han.

Aktivitas rutin yang diadakan Majelis Taklim YUMI sendiri adalah proses pembinaan berupa kajian Alquran tiap hari ahad dari pukul 10.00-12.30. Selain itu ada juga acara dakwah di Radio Antassalam dengan tajuk” Suara Mualaf dalam Indahnya Islam” setiap hari Jumat, Sabtu dan Ahad pukul 17.00-18.00. termasuk dakwah melalui Buletin Jurnal YUMI yang terbit sebulan sekali.

Anggota Majelis Taklim YUMI pun tidak terbatas hanya di kota Bandung saja, namun ada juga yang berasal dari Jakarta dan Cirebon. Wie Han mengatakan, “Fokus pembinaan memang khusus mualaf, tapi Majelis Taklim ini terbuka untuk umum. Siapapun yang ingin belajar Islam dapat bergabung!”
Sesuai dengan yang dikatakan Ku Wie Han, bahwa Islam itu universal, tidak membeda-bedakan siapapun yang ingin mengenalnya. Wallahua’lam.

Profil Yayasan Ukhuwwah Mualaf Indonesia (YUMI)
Ketua: Ku Wie Han
Sekretaris: Ardi Gumilar
Bendahara: Vivi Novianti
Sekretariat di jalan Cibaduyut Raya No. 23-25 Bandung
Telp: 022-70451614
Majelis Taklim : Jl. Tubagus Ismail Dalam VIII No. 51 Bandung, dekat dengan Salman Al-Farisi
Email:jurnal_yumi@yahoo.com

Muhammad Yasin
Diterbitkan oleh Tabloid Alhikmah edisi 31

2 komentar:

Posting Komentar