Kumpulan tulisan Muhammad Yasin, Wartawan, Blogger dan pebisnis online

Selasa, 29 November 2011

Ina Cookies, Berbisnis Kue Kering dengan Keuntungan Legit

Lebaran tak hanya identik dengan ketupat dan opor ayam. Ternyata kue kering pun bisa menjadi hidangan spesial lebaran bagi kebanyakan orang di negeri mayoritas muslim ini. Selain bisa tahan lama, kue kering juga bisa dipercantik dengan pembungkus kemudian dijadikan parcel lebaran.

Permintaan kue kering di berbagai daerah mendekati lebaran memang melonjak tinggi. Karena itu persiapan kue kering sebulan menjelang lebaran sudah dilakukan oleh banyak produsen kue kering. Seperti halnya Ina Cookies.

Pada bulan Ramadhan ini saja, Ina Cookies berencana akan memproduksi 2500 stoples kue kering perharinya. Jumlah ini melonjak dari bulan-bulan biasanya yang hanya memproduksi 1500 stoples perharinya. Satu stoples kue kering Ina Cookies yang paling murah dijual seharga Rp 50.000. Sedangkan satu stoples kue kering yang paling mahal mencapai Rp. 150.000.

Sejak tahun 1992, saat ini produk Ina Cookies sudah membuat 114 jenis kue. Produk ini dikreasikan dari bahan baku yang jarang digunakan oleh kebanyakan pembuat kue, seperti tahu, tempe, rosella, green tea, jamur dan bahan baku lainnya.

Keunikan Ina Cookies tidak hanya dari bahan baku saja, tapi juga dari pengemasannya yang menawan. Beberapa wadah kue dibuat kotak, bulat, bintang dan bentuk-bentuk kemasan lainnya yang sudah siap dijadikan parcel lebaran.

Untuk menikmati produk-produk Ina Cookies Anda bisa mendatangi langsung ke beberapa outlite Ina Cookies di Bandung atau di pusat outlitenya di Jalan Bojong Koneng atas no 8 Cikutra Bandung. Namun bagi Anda yang berada di luar Bandung, tak perlu khawatir karena kue kering produksi Ina Cookies sudah banyak ditemukan di beberapa outlite kue yang tersebar di seluruh pulau di Indonesia. Bahkan produk Ina Cookies ini sudah diekspor hingga mancanegara seperti Malaysia, Singapura dan Arab Saudi.

Beragam penghargaan telah banyak diterima lulusan Akademi Bahasa Asing (ABA) Jepang di Bandung ini. Seperti the Best Women Entrepreneur 2008 dari Ikatan Pembauran Perempuan Pengusaha Indonesia (IPPI), Pengusaha Kreatif 2009 dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Pretty Women dari Astra Internasional.

Berawal Dari Kegagalan
Nama Ina Cookies berasal dari nama pemiliknya bernama Hj. Rr. Ina Wiyandini. Kesuksesan ibu 3 orang anak ini di dalam berbisnis tidak diperoleh secara instan. Sama seperti para pengusaha sukses lainnnya, Ina banyak mengalami kegagalan dan rintangan dalam berbisnis.

Kala itu tahun 1989, Rachmat Basuki suami Ina, memutuskan berhenti kerja di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemda Aceh dan pulang ke Bandung untuk terjun ke dunia bisnis. Ina dan suaminya ikut bergabung dengan kakak suaminya berbisnis Jahe Gajah.

Awalnya, bisnis ini sangat menggiurkan, karena peminat dari Negeri Bunga Sakura berniat memesannya secara rutin dengan harga yang relatif tinggi. Namun karena suatu hal pelanggan dari Jepang tersebut membatalkan pesanannya, padahal Ina sudah membuat perkebunan jahe gajah seluas 14 hektar di Wado Sumedang Jawabarat.

Ina dan suaminya tak menyerah, mereka mencoba peruntungannya berbisnis tanamanVanili. Sayang usaha ini tidak bertahan lama. Tak hanya itu, Ina dan suaminya pernah mencoba berbisnis jual beli rumah dan kendaraan, namun hasilnya kurang menggembirakan.

Rachmat Basuki kemudian bekerja di PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) Bandung (sekarang PT Dirgantara Indonesia). Sementara istrinya belajar membuat kue kering dengan Ida Sartika kakak iparnya di Cirebon.

Kue tersebut dipasarkannya sendiri dari rumah ke rumah. Berkat ketekunan dan kesabarannya, bisnis kue kering wanita kelahiran Jakarta 24 Juli 1963 ini berkembang. Tetangganya makin banyak yang memesan buatannya. Ia pun membuat sendiri kue produksinya.

Jika pada awalnya, Ina hanya membuat kue kering seperti nastar, putri salju, coklat mede, keju dan sagu, namun setelah hijrah ke Bandung, ia makin banyak membuat variasi kue buatannya. Misalnya ia menggunakan bahan dari tahu, tempe, rosella, green tea dan jamur. Berkat kreatifitasnya Ina Cookies diberi anugrah The Most Creative Cookies.

Karena kueanya laris manis, banyak orang mulai meniru produk Ina Cookies. Ina memiliki jurus agar kuenya tidak ditiru orang. “Kalau ada orang lain yang meniru kita, maka kita buat yang lebih aneh lagi. Makanya kita tidak boleh berhenti berkreasi,” kata wanita yang digelari Dewi Sartika Muda 2009 oleh kelompok Muslim Syakira ini.

Kue-kue produksi Ina Cookies sendiri memiliki tiga citarasa, yaitu, manis, asin dan kombinasi manis asin. Rahasia kelezatan dan kerenyahan Ina Cookies terletak pada penggunaan roombater dan bahan baku yang selalu segar dan berkualitas. Ina Cokies bahkan menjamin kue yang diproduksinya bebas dari bahan pengawet, pewarna dan sudah bersertifkisi halal.

Meski bebas dari bahan pengawet kue buatan Ina Cookies mampu bertahan hingga beberapa bulan. Hal ini disebabkan proses pembuatan kue selalu sehat, pembakaran kuenya dengan temperature yang ideal serta standarisasi pabriknya dilakukan dengan selalu memperbarui kelayakan pabrikasi.

Dari tahun ke tahun Ina Cookies mengalami kemajuan yang pesat. Saat ini untuk memenuhi permintaan pasar memasuki ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Ina Cookies memperkerjakan sekitar 500 orang karyawan. Jika pada hari biasa, ia mempekerjakan 300 sampai 400 orang. Para karyawan tersebut berasal dari warga sekitar.

Agar kuenya bisa didistribusikan ke seluruh wilayah nusantara, Ina membuka peluang untuk menjadi agen Ina Cookies. Peluang ini terbuka untuk perorangan maupun perusahaan.

Ina memberikan keleluasaan kepada setiap agen untuk berperan mewakili beberapa wilayah jika di wilayah tersebut belum memiliki agen perwakilan pemasaran.

Majalah Pengusaha Muslim
Vol 1/September 2010
Rubrik Laporan Utama Bisnis Menjajikan di Saat Lebaran Hal 16-18

2 komentar:

Posting Komentar