Kumpulan tulisan Muhammad Yasin, Wartawan, Blogger dan pebisnis online

Selasa, 25 Februari 2025

Kondisi Usaha Konveksi di Bandung

Konveksi Seragam Custom


Bandung sudah sangat lama dikenal dengan kota Fashion, kiblatnya berbagai macam fashion di Indonesia. Mulai dari kaos distro, busana muslim, jaket, hoodie, hingga aksesoris pelengkap fashion seperti topi, sepatu dan tas.  

Anak anak muda Bandung memang terkenal dengan kreativitasnya. Karena itulah, beberapa penunjang fashion di Bandung raya ini sangat banyak, seperti konveksi, tempat bordir, tempat sablon, hingga printing dan pabrik kainnya. 

Pada Tahun 2025 ini, memang kondisinya tidak seperti dulu lagi. Dulu di berbagai kecamatan di Kota Bandung banyak sekali konveksi konveksi. Itu belum termasuk di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat hingga Cimahi. 

Kalau ada mahasiswa yang lulus kuliah, kebanyakan mereka langsung memilih membuka usaha konveksi. tapi itu dulu tahun 2000an. Sekarang ini sudah banyak berubah. Konveksi di perkotaan sudah mulai gulung tikar. Mereka sudah banyak beralih profesi, ada yang memilih usaha kuliner, beternak sampai ada yang memilih usaha kelontong warung sembako. 

Penyebabnya usaha Konveksi mulai Meredup

Ada banyak faktor yang menyebabkan usaha konveksi ini dari tahun ke tahun sudah mulai berkurang. Terutama pasca covid. Kran import menjadi salah satu penyebab, banyak produk produk fashion yang harganya sangat murah mulai berdatangan ke Indonesia laksana air mengalir. harganya jauh melampaui produk fashion dalam negeri. Sehingga konsumen lebih memilih membeli produk fashion yang murah.

Faktor lainnya adalah menurunnya SDM, terutama penjahit. beberapa penjahit memilih beristirahat dan pulang ke kampung halamannya, seperti ke Garut, Tasik dan Cilacap. Tiga daerah ini yang memiliki banyak penjahit yang dulunya tersebar di Bandung raya. 

Anak anak generasi pelanjutnya tidak mau melanjutkan jadi penjahit, kebanyakan anak anak muda sekarang malas melakukan aktifitas yang itu itu saja. Mereka lebih memilih menjadi konten kreator dan gamers. Ini menjadi tantangan serius kedepannya. 

Selain itu, kondisi ekonomi yang tidak kunjung membaik yang terjadi di Indonesia. Meskipun sekarang sudah terpilih presiden baru Prabowo Subianto, namun tetap belum ada tanda tanda kenaikan taraf ekonomi. 

Jangankan untuk konveksi rumahan, pabrik tekstil saja ada beberapa yang akhirnya bangkrut. Banyak pungutan liar serta kebijakan pemerintah yang kadang tidak berpihak pada produk dalam negeri. 

Usaha konveksi saat ini sedang pontang panting menjaga produksinya agar tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. 

Tantangan teknologi dengan menjamurnya online shop mengharuskan para pelaku usaha harus beradaptasi. Tidak hanya pemasarannya saja tapi juga mesin produksi yang mulai diupgrade.

Sebagian konveksi ada yang bertahan dengan Pesanan seragamnya secara custom ada juga yang bertahan dengan pesanan grosirannya yang masuk ke toko toko online. 

Semoga usaha konveksi ini terus membaik dan mampu berdaya saing dengan negara negara lain. 

Diambil dari berbagai sumber

Sabtu, 16 Desember 2017

Souvenir Perusahaan yang cocok untuk media promosi

Souvenir Perusahaan yang cocok untuk media promosi

Konveksi Topi promosi
Promosi merupakan upaya perusahaan untuk memperkenalkan produk dan jasanya kepada konsumen. Media yang digunakan pun bisa sangat beragam tergantung budget dan kondisi lokasi dilakukannya promosi.

Promotion mix atau kombinasi alat-alat promosi yang digunakan bisa berupa souvenir seperti pakaian kaos, topi, payung, jam dinding dan produk lainnya. Produk produk ini nantinya akan menampilakn nilai nilai perusahaan yang bisa diaplikasikan pada logo, kalimat atau gambar.

Pada beberapa moment media promosi ini bisa digunakan juga oleh karyawan saat melakukan event di lapangan terbuka, misalnya karyawan tersebut menggunakan kaos, topi dan payung sekaligus yang bergambarkan logo perusahaannya.

Tapi souvenir ini juga tentu bisa diberikan kepada calon konsumen atau konsumen loyal sebagai hadiah da penarik simpati. Caranya bisa saja dengan doorprize atau diberikan secara cuma cuma.

Tempat Pembuatan Souvenir Perusahaan

Di Indonesia saat ini sudah tumbuh usaha kecil menengah yang bisa memproduksi souvenir perusahaan, sebut saja di Bandung misalnya. Di kota kembang ini banyak sekali produsen pakaian, topi dan payung yang biasa diajak untuk kerjasama dalam pembuatan souvenir.

Namun yang mesti dicatat, produsen yang terbiasa menggarap souvenir perusahaan, bukan produsen grosiran yang kadang kualitasnya dibawah souvenir promosi. Belum lagi masalah ketepatan waktunya yang mesti di Perhitungkan.

Beberapa daerah di Kota Bandung dan sekitarnya banyak meproduksi souvenir promosi perusahaan, seperti di daerah Surapati terkendal dengan konveksi kaos. Margaasih terkenal dengan konveksi topi, Sadang Margahayu terkenal sebagai sentra pengrajin tas.

Pastikan sebelum memesan dalam jumlah banyak, ada baiknya Anda mencoba membuat satu sample terlebih dulu. biasanya untuk pembuatan sample akan dikenakan biaya lebih tinggi, misalnya untuk topi promosi akan dikenakan biaya sample antara 100.000 sampai 200.000 tergantung bahan yang digunakan dan bordiran yang digunakan, anda bisa negosiasi dengan konveksi topi promosi yang Anda temui.








Sabtu, 12 Agustus 2017

Sentra Konveksi Topi di Bandung

Sentra Konveksi Topi
Bandung memiliki kiblat di dunia fashion di Indonesia. Ada banyak rumah produksi pakaian di Bandung raya baik skala kecil, menengah hingga besar di Bandung dan sekitarnya. Rumah rumah produksi ini biasa dikenal dengan sentra konveksi.

Biasanya sentra konveksi ini mencangkup satu wilayah dimana disitu ada banyak rumah rumah produksi yang menggarap jenis pakaian tertentu. Misalnya ada satu wilayah dimana di daerah itu banyak sekali rumah yang meproduksi tas maka dikenal dengan sentra tas.

Begitu pun dengan di wilayah tertentu ada banyak rumah yang meproduksi topi, maka disitulah dikenal sentra konveksi topi atau sentra pengrajin topi.

Untuk sentra konveksi topi di Bandung lokasinya berada di kabupaten Bandung, tepatnya di daerah sekitaran Cigondewah Kaler, Sindangpalay, Mahmud dan Rahayu. Daerah ini masuk wilayah kecamatan margaasih Kabupaten Bandung yang langsung berbatasan dengan Kota Bandung.

Jika ingin pergi ke sentra topi di daerah Rahayu ini jalannya bisa masuk dari sentra tekstil kain Cigondewah Kota Bandung. di Ujung perbatasan Kota tepatnya diatas jalan jembatan Tol Purbaleunyi Anda tinggal belok kanan dan memasuki wilayah Sindang Palay jalan Mahmud.

Di sepanjang jalan ini Anda akan melihat banyak sekali toko toko topi yang menjual berbagai macam topi grosiran. Ada beberapa juga toko yang menjual alat alat topi seperti fiber topi atau cintong, kain topi, rel topi, kancing topi dan alat alat lainnya. Para penjual alat alat topi disini dikenal dengan nama H. Undang, H. Imas, H. Enjoh, H. Rofiq dan beberapa penjual alat alat topi lainnya.

Meskipun di daerah ini didominasi oleh toko toko topi grosiran tapi ada juga beberapa toko yang menjual topi seragam sekolah dan topi promosi atau topi untuk pelengkap seragam perusahaan.

Tentu saja kita bertanya dimana tempat konveksi topi tempat produksi topinya. Untuk mengetahui tempat produksi topinya maka kita harus masuk masuk ke gang kecil. beberapa orang sudah banyak yang tau. Namun kendalanya sekarang banyak sekali konveksi topi yang sudah berganti menjadi konveksi sweater.

Ada beberapa konveksi topi yang lokasinya jauh dari sentra topi, misalnya sampai ke batujajar dan soreang. Namun mereka rutin datang menyetorkan hasil pengerjaan topi grosirannya ke toko toko topi yang ada di Sindang palay Cigondewah.

ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita ingin memesan topi ke konveksi topi di daerah sentra topi ini, pertama pastikan jenis topi yang akan kita pesan, apakah jenis topi grosiran yang dijuak di pasaran umum, apakah topi seragam sekolah, apakah topi distro atau topi promosi yang biasa dipakai oleh perusahaan untuk event.

nah setiap jenis topi itu memiliki tempat konveksi yang berbeda beda kualitasnya. Jangan sampai kita memesan topi distro ke konveksi topi yang terbiasa menggarap topi grosiran. Maka kualitasnya tidak akan bagus. Meskipun harganya murah tapi kualitas tidak akan sebagus konveksi yang biasa menggarap topi distro.

Perusahaan yang ingin membuat topi juga lebih baik memilih konveksi yang biasa menggarap topi promosi. Supaya konveksi topi tersebut memahami betul sifat topi promosi, yaitu kualitasnya rapi dan waktu pengerjaanya mepet.

Khususnya topi promosi, ini yang harus menjadi perhatian khusus, karena proses produksinya harus cepat dan sesuai dengan design yang diinginkan konsumen. beberapa konveksi akan memberikan sample terlebih dahulu, namun jika waktunya mepet maka sample yang diberikan bisa berupa sample bordir.

Sample topi ini diperlukan supaya tidak terjadi kesalahan fatal sebelum diproduksi massal. Kalau sudah diproduksi massal dan terjadi kesalahan, maka kerugiannya sangat banyak. Kerugian yang paling fatal adalah tidak bisa dipakai kalau topi itu digunakan untuk event tertentu. Keduanya konveksi topi akan mengalami kerugian bahan dan bordir.

Maka berhati hatilah dalam memilih konveksi untuk memproduksi topi supaya hasil dari produksinya sesuai dengan keinginan.

Sebagai referensi :
http://konveksitopi.co.id/
Ruko Linggahara D.11 TKI 1Jl. Sadang, Desa Margahayu, Kec. MargahayuMargahayu TengahMargahayuBandung, Jawa Barat 40225Tlp/SMS/WA 085222213999





Rabu, 12 April 2017

Jasa Pembuatan Kaos Produksi Gesit Konveksi Kaos

Konveksi Kaos Gesit

Satu Dekade kebelakang merupakan masa dimana Negara Indonesia menjadi salah satu Negara yang paling banyak mengkonsumsi barang-barang dari Negara lain, kehidupan yang konsumtif semakin menjadi di tahun  2000an terutama sektor fashion, barang dari kualitas paling rendah hingga ke-kualitas paling tinggi akan selalu laku di pasaran bak kacang goreng ketika di pasarkan di Indonesia.

Untuk mengimbangi dampak negatif masyarakat yang terlalu konsumtif pemerintah mulai menyuarakan program “Ekonomi Kreatif”, yang mana direncanakan sebagai salah satu program untuk menekan dampak negative dari kehidupan masyarakat yang konsumtif. 

Dalam sektor industri fashion sendiri memiliki respon dan perkembangan yang cepat dengan hadirnya industry pembutan item fashion mulai dari sekala kecil Home Industry hingga sebuah garment yang merupakan pembuatan dengan sekala besar.

Melihat dari kesempatan dan keadaan yang menjanjikan salah satu jasa pembuatan kaos hadir dengan nama Gesit Konveksi, jasa pembuatan berbagai jenis kaos ini hadir di Bandung – Jawa Barat. 

Bandung sendiri merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang menjadi acuan perkembangan fashion, Gesit Konveksi hadir menjadi jasa pembuatan kaos dengan segala kelebihan yang dimiliki.

Bahan kaos yang beragam menjadikan pilihan yang disediakan oleh Gesit Konveksi, mulai dari bahan kaos Hyget, TC, PE, Combed, Carded, Lacost PE, Lacost CVC hingga ke jenis kaos Catton bamboo. Semakin banyaknya pilihan jenis bahan kaos yang dihadirkan tentu akan menjadi bahan pertimbangan dalam penekanan Budget konsumen.

Selain bahan kaos yang beragam, Jenis aplikasi kaos seperti sablon, bordir, jenis kancing, zipper, dan lain-lain dihadirkan untuk membuat kaos yang dipesan konsumen lebih menarik. 

Tidak hanya bahan kaos dan aplikasi kaos yang memiliki beragam pilihan namun jenis kaos-pun disediakan dalam berbagai macam seperti kaos Tshirt (kaos oblong), Polo shirt (kaos wangki/kerah), dan kaos Raglan. Berbagai jenis kaos tersebut juga disediakan dengan pilihan tangan pendek dan panjang, serta berbagai macam ukuran mulai dari terkecil S hingga ukuran jumbo 6XL.

Gesit Konveksi, telah hadir sejak tahun 2013 dan terus berkembang pesat menjadi salah satu jasa pembuatan kaos yang diperhitungkan di industry konveksi khususnya di bandung. Gesit Koveksi sendiri telah berpengalaman bahakan di percaya oleh berbagai instansi pemerintahan, perusahaan swasta, BUMN, Berbagai Ormas hingga berbagai Parpol untuk menjadi vendor jahit kaos-nya. 

Tidak hanya sebagai jasa pembuatan kaos di Bandung dan sekala Nasional , Gesit Konveksi juga telah bekerja sama dengan banyak konsumen luar negeri seperti Malaysia, Timor Leste, Suriname, Nigeria dan masih banyak lagi.

Sumber daya manusia yang telah terlatih dan professional menjadikan produk yang dihasilkan berkulitas tinggi, selain itu kecepatan pengerjaan, kerapihan, dan packaging yang bagus menjadi keunggulan lain yang dimiliki oleh Gesit Konveksi. 

Cara pemesanan dan control produk yang mudah dihadirkan untuk konsumen dengan Call Center yang sigap sedia melayani dalam jam kerja. Yang tidak kalah penting dari semua itu adalah harga yang di tawarkan benar-benar ramah kantong konsumen yang hendak memesan dengan jumlah yang sedikit maupun banyak.

Bagi anda yang berencana membuat kaos, anda bisa memesan di Gesit Konveksi kaos dengan cara  menghubungi Call Center kami :

Call Center :
Telepon/Whatsapp/sms:  085222213999
Pin BBM:  D74E6FEE
Email: ordergesit@gmail.com
Workshop :
Ruko Linggahara No. D 11 Jalan Sadang -TKI (Taman Kopo Indah),
Desa Margahayu Tengah, Kabupaten Bandung - Jawa Barat Kode Pos 40225



Selasa, 08 April 2014

Al mukmin, Masjid Kecil yang Tak “Bernyawa” di Ujung Situ Panunjang

Cipanunjang
Situ Panunjang adalah danau yang terletak di ketinggian 1100 meter dpl di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Danau ini tak banyak diketahui orang, karena keberadaanya terletak diatas situ Cileunca.

Pesona danau ini sangat eksotik. Dari ujung danau ini, tepatnya diatas jalan yang membentangi bendungan Cipanunjang, kita bisa melihat hamparan Situ Cileunca dan Gunung Tilu di sebelah barat.

Bandungan Cipanunjang
Posisinya yang tinggi disertai hamparan rumput hijau dan hembusan angin danau akan menambah suasana sejuk jika kita berada disini.

Namun ada cerita pilu yang datang dari ujung bendungan Cipanunjang ini. Sebuah masjid kecil yang terletak di Kampung Datar Desa Margaluyu rusak tidak terawat dan sudah lama tidak dipakai.

Masjid Al Mukmin
Bangunan masjid berukuran 48 meter persegi ini atapnya sudah bocor sehingga merusak sebagian besar langit langit masjid yang terbuat dari bilik. Sedangkan dinding masjid yang terbuat dari bilik sudah lapuk dimakan zaman.

Semula masjid yang diberi nama Almukmin ini ramai dipakai mengaji anak anak kampung dan shalat sehari-hari warga. Namun karena usia masjid ini sudah tua dan kondisinya sudah lapuk, akhirnya masjid ini tidak lagi ramai.

Anak anak kampung akhirnya harus berjalan kaki untuk mengaji ke kampung tetangga. Sedangkan untuk shalat jumat bapak bapaknya pergi ke Masjid di kampung tetangga.

Mata pencaharian warga di perkampungan ini adalah buruh tani. Karena upah yang kecil mereka pun tidak bisa menghimpun dana untuk memperbaiki masjid. Bahkan akhirnya satu persatu kepala keluarganya mulai meninggalkan anak dan istri untuk merantau ke perkotaan, yaitu di Cikarang Bekasi.

Mereka mengais nafkah dengan berjalan kaki di perkotaan menjajakan makanan rujak. Setiap liburan panjang atau menjelang lebaran mereka pulang ke kampung halamannya di Kampung Datar Pangalengan.

Kondisi ini nyaris sama dengan kebanyakan kampung-kampung lainnya. Mereka lebih memilih merantau ke kota untuk mencari rizki yang lebih besar dibanding mengelola potensi alam di kampung halamannya.

Rekan rekan inilah gambaran kondisi di Kampung Datar Desa Margaluyu Pangalengan Kabupaten Bandung.

Tim TDA Bandung dan Warga Kampung Datar
Beberapa waktu lalu kami kembali melakukan silaturahim untuk mempertegas keinginan kami memperbaiki Masjid Almukmin supaya bisa dipakai kembali.

Bahkan bila perlu kita bantu warga agar bisa mengelola ekonomi di kampung, sehingga mereka tidak perlu lagi merantau ke kota meninggalkan anak dan istri.

Sesuai dengan semangat komunitas kita, Bersama Menebar Rahmat, mari kita bantu mereka membangun masjid dan membangun ekonomi desa yang bermanfaat.

Kita akan memulainya dengan membangun masjid Almukmin. Kita akan bangkitkan semangat kebersamaan warga untuk bergotong royong. Semoga ini menjadi jalan keluar untuk memperbaiki taraf ekonomi warga.

Masjid Almukimin di Kampung Datar Pangalengan ini insyallah akan menjadi masjid ketiga yang kita renovasi, sebelumnya ada Masjid Yadul Ulya di Gunung Kasur dan Masjid Baiturrahman di Rancamanyar Kab Bandung.

Semoga tempat tempat ibadah yang telah bangun menjadi bekal kita nanti di akhirat. Aamiin.

Donasi bisa disalurkan melalui rekening bersama Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Bandung
BCA 0860508567 a/n Ade Wahyudi/ Hernawan A W
Konfirmasi Transfer bisa melalui email ke


 
Bendungan Cipanunjang



 


Senin, 04 November 2013

Ingin Sukses Bisnis Fashion Coba Datang ke Pesta Wirausaha Bandung

Pesta Wirausaha Bandung 
Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (TDA) jelang akhir tahun 2013 ini mengadakan Pesta Wirausaha di 10 Kota Besar di Indonesia.

Sepuluh kota yang mengadakan Pesta Wirausaha  ini diantaranya Palembang 19 Oktober, Samarinda 10 November, Jateng dan Jogja 9 -10 November, Mataram 16-17 November, Makasar 20 November, Padang, 30 November - 1 Desember, Tangerang, 30 November - 1 Desember, Bandung 1 Desember, Bekasi 1 Desember, serta Batam 14 Desember.

Adapun Pesta Wirausaha Bandung (PW Bandung) mengusung tema "Passion for Fashion". Tema yang sangat cocok dengan Bandung yang terkenal sebagai kiblat Fashion Indonesia.

Gelaran Pesta Wirausaha Bandung yang menargetkan 2500 peserta ini akan diadakan di Telkom University Convention Hall Kawasan Bandung Technoplex Jl Telekomunikasi Terusan Buah Batu Bandung.

Beberapa tokoh penting akan hadir menjadi pembicara Pesta Wirausaha Bandung, mereka diantaranya para ahli bisnis fashion dan Publik Figur, diantaranya ada Ridwan Kamil (Walikota Bandung) Budi Isman (Former CEO PT Sari Husada, Former Komisaris Danone, Former VP Coca Cola) Peter Firmansyah (Peter Say Denim) Fenny Mustafa (Shafira) Perbadanan Nasional Berhad (Malaysia) Silih Agung (Brand Management) Arum Ekantono (Production Management) Asep K Gani (Human Resource) Teguh Wibawanto (Sales Management) dan yang lainnya.

Panitia Pesta Wirausaha Bandung telah meyiapkan 50 booth pameran yang diisi oleh member TDA dan non member, ada 2 jenis usaha yang akan mengisi both ini diantaranya usaha Fashion dan Kuliner. Karena tema ini mengusung Fashion maka tentu saja isi pameran ini akan didominasi oleh pebisnis-pebisnis fashion.

Untuk mengikuti acara Pesta Wirausaha ini Anda harus memesan tiket terlebih dahulu. Tiket ini nantinya akan ditagih ketika Anda memasuki ruang pembicara yang telah disediakan oleh Panitia Pesta Wirausaha Bandung.

Sedangkan ruang untuk pamerannya sendiri terbuka tidak dipungut biaya. Bahkan ada beberapa acara hiburan anak-anak yang bertemakan bisnis diadakan diruangan terbuka pameran ini.

Jika Anda berminat untuk memesan tiket Pesta Wirausaha Bandung, maka segeralah pesan dari sekarang sebelum tanggal 10 November. Karena harga yang ditawarkan lumayan murah Umum: Rp 175.000,- Mahasiswa Rp 75.000,.

Diatas tanggal 10 November Anda akan dikenakan biaya reguler untuk umum Rp 250.000,- sedangkan mahasiswa Rp 100.000,-.

Anda tertarik memesan tiketnya segera hubungi 085222225111.



Kamis, 23 Mei 2013

Si Kinclong , Pionir Laundry di Bandung


Dedy Armadi tidak menyangka intuisi gagasan bisnis laundry kiloan pada tahun 2002 di Bandung kini telah banyak diikuti oleh banyak pebisnis laundry. 

Di sepanjang jalan Dipati Ukur Bandung yang terkenal dengan kawasan mahasiswa ini misalnya, kurang lebih 20 usaha laundry yang menerapkan sistem laundry kiloan. Begitu pun di daerah-daerah lainnya di kota Bandung bahkan di Jawabarat.

Awalnya bisnis laundry di Bandung memang dikenal sebagai bisnis yang memiliki segmentasi pasar kalangan atas dengan pola cuci satuan. Pakaian yang dicucikan pun hanya terbatas pakaian mewah seperti jas, pakaian pengantin, pakaian dinas, selimut dan pakaian mewah lainnya.

Meskipun cuci satuan menguntungkan tapi bagi Dedy masih ada cara lain supaya bisnis laundry setiap harinya kebanjiran order, tidak mengenal suasana apalagi cuaca. Inilah yang menjadi alasan munculnya Si Kinclong, Laundry Berbasis Kiloan di jalan Purwakarta 104 Antapani Bandung.

Mulai dari segementasi kalangan atas, menengah hingga bawah menjadi ceruk pasar Si-Kinclong. Tentu saja pakaian yang dicuci pun sangat beragam mulai dari yang mewah sampai yang biasa. Sehingga setiap saat showroomnya terus mendapatkan orderan.

Si Kinclong yang mulanya digarap oleh sepasang suami istri, Dedy Armadi dan Dini Wahyuni dengan satu mesin cuci dan satu mesin pengering hasil cicilan ini, kini telah memiliki 20 karyawan dengan 2 cabang di Tata Surya No. 3 Metro dan Margacinta No. 42.

Selain itu Si-Kinclong juga telah memiliki belasan mitra waralaba diantaranya di Jalan Degung No. 17 Buah Batu, Jalan Sarimanah No.19B Sarijadi, Jalan A.H. Nasution No.119A Ujungberung, Taman Kopo Indah II Blok 1 A2,  Jalan Hariangbanga No.8 ,  Jalan Olahraga Sport Centre Indramayu, Jalan Cibuntu Selatan No. 10 Holis, Jalan Inhoftank no 8, Jalan Babakan Sari No 93, Jalan Arcamanik Endah No 40, Jalan Sindanglayang no 21, Jalan Cigadung Raya Timur No 46 A, Jalan PSM no 24, Jalan Parakan Saat no 8 serta di Jalan Sederhana No. 31B.

Menurut penuturan manager Si-Kinclong, Hendra Susanto omset Si-Kinclong sekarang ini mampu meraup hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya. Omset ini berasal dari cabang Si Kinclong dan belum termasuk omset dari mitra waralaba.

Mencuci Jadi Lebih Mudah, Murah dan Praktis
Pelayanan yang diberikan Si-Kinclong kepada konsumen lumayan memuaskan. Setiap konsumen yang datang membawa pakaian akan disapa dan dilakukan penimbangan pakaian. Jika pelanggan masih terlalu sibuk cukup dengan memutar telepon, jemputan pun datang ke rumah.

Selanjutnya karyawan akan sama-sama menghitung banyaknya pakaian yang akan dicuci sambil diamati oleh pelanggan. Jika pelanggan enggan mengamati, maka resiko kehilangan ditanggung oleh pelanggan sendiri.

Selanjutnya, setiap helai pakaian yang akan dicuci diidentifikasi berdasarkan nama pelanggan dengan tujuan menghindari pertukaran dan antisipasi karena tiap order yang masuk akan diproses dalam mesin terpisah.

Tidak lupa karyawan akan memilah pakaian yang mudah luntur dengan yang tidak luntur sambil dilakukan pemeriksaan kantong pakaian. Hal ini dilakukan karena banyak ditemukan barang pelanggan seperti uang, flashdisk sampai handphone yang terbawa.

“Salah satu bentuk pelayanan kita adalah pemeriksaan pakaian jika ada barang yang ketinggalan. Kalau ditemukan barang milik pelanggan kita akan menghubungi mereka. Apapun jenis barangnya dan jumlahnya kita sampaikan. Kalau ngga diambil langsung sama pelanggan, kita masukan ke kotak simpanan” tutur Hendra.

Langkah selanjutnya pakaian akan dimasukkan ke dalam mesin cuci dengan dicampurkan detergen kemudian ditambah pewangi. Pelanggan tidak usah khawatir dengan kualitas detergen dan pewangi yang digunakan Si-Kinclong. Menurut pengakuan Hendra, deterjen dan pewangi yang digunakan bukan produk abal-abal.

Setelah proses pencucian beres, selanjutnya pakaian akan dimasukan ke dalam mesin pengering untuk dikeringkan. Proses pencucian serta pengeringan pakaian ini memakan waktu sekitar dua jam. Kemudian pakaian akan disetrika dan dikemas menggunakan plastik.

Standarnya pakaian yang sudah selesai dicuci bisa diambil oleh pelanggan setelah tiga hari. Namun, ada juga tawaran paket ekspres yang bisa diambil pada hari itu juga, dengan waktu sekitar 4 jam setelah pakaian masuk.

Si-Kiclong sendiri menawarkan enam paket kepada pelanggan yaitu, cuci kering biasa harga perkilonya 4000, cuci kering ekspres harga perkilonya 6000, cuci setrika biasa harga perkilonya 6000, cuci setrika ekpres harga perkilonya 10.000, setrika biasa harga perkilonya 4500 dan setrika ekspres harga perkilonya 9000.

Jika pelanggan mendapati pakaiannya masih terlihat kotor, Si-Kinclong memberikan garansi dengan mencuci ulang pakaian tersebut. Sedangkan untuk kasus kerusakan pakaian, Si-Kinclong akan menggantikan sesuai dengan nilai pakaian tersebut. Namun jika kasusnya kehilangan pakaian, misalnya dalam jumlah satu kilo, maka Si-Kinclong akan mengganti dengan jumlah uang senilai 10 kali lipat harga cucian satu kilo.

Kembangkan Waralaba One Village One Showroom
Menjamurnya usaha laundry di Bandung merupakan indikasi bahwa bisnis ini lumayan menggiurkan. Si-Kinclong melihat situasi ini sebagai kesempatan untuk memperluas jaringan kemitraan melalui waralaba Si-Kinclong.

“Si-Kinclong ini ke depannya akan selalu memperluas kemitraan melalui sistem waralaba hingga ke setiap titik kecamatan, kelurahan. Istilahnya One Village One Showroom, satu kelurahan satu Showroom. Karena untuk usaha laundry kiloan sendiri pasarnya sangat luas” kata Hendra.

“Menurut penelitian, keberhasilan seseorang memulai bisnis sendiri hanya diangka 20%. Adapun dengan franchise angka keberhasilan bisa lebih dari 70%. Omset cabang franchise laundry kiloan yang dikelola mitra kami dalam umur empat bulan berbanding dengan omset cabang kami dalam umur 1,5 tahun,” tambahnya.

Si-Kinclong memberikan ketentuan terkait dengan kemitraan waralaba, diantaranya luas bangunan minimal 30 m2, kondisi lokasi terletak di jalan utama menuju komplek padat penduduk, fasilitas operasional berupa motor roda dua, serta komposisi SDM operator dua orang dan satu orang supervisi.
Sementara itu investasi peralatan yang dibutuhkan senilai 85 Juta untuk waralaba di luar Bandung dan 50 Juta untuk waralaba di Bandung dan sekitarnya. Sedang untuk biaya waralabanya sendiri senilai 50 juta untuk lima tahun.

Dari total nilai investasi yang diberikan tersebut, pelanggan akan mendapatkan fasilitas yang lumayan banyak diantaranya, pelatihan operasional, pelatihan management dan administrator, SOP KIT, mesin cuci front loading 3 unit, mesin pengering 3 unit, mesin cuci dua tabung 1 unit, Vacuum cleaner 1 unit, Setrika 5 unit, timbangan gantung 4 unit, keranjang baju 50 unit, neon box,  accessories dan ATK, detergent matic 100 Kg, pewangi 100 pcs/ 1800 ml serta lokasi mitra waralaba akan dipromosikan bersama di beberapa media.

Adapun royalty fee yang diberikan Si-Kinclong antara 1 hingga 10 persen dari pendapatan mitra waralaba. Sedang margin keuntungan bisa mencapai 50 sampai dengan 60 persen.
Berikut tahapan bermitra bersama Si-KinClong
  • Presentasi general bisnis
  • Pembayaran Commitment Fee & Protect Lokasi
  • Survey lokasi & Setting tempat
  • Pembayaran sebesar 70% dari total investasi [pembelian peralatan]
  • Penjelasan Operasional
  • Penanda Tanganan Franchise Agreement masa kerjasama untuk 5 tahun
  • Asistensi Oprasional
  • Persiapan Opening
  • Pembayaran sisa Investasi
  • Grand Opening
Penulis : Muhammad Yasin
Diterbitkan oleh Majalah Pengusaha Muslim Edisi 13.
Volume 2. Januari September 2011
Rubrik Laporan Utama Tema Bisnis Laundr Banjir Rezeki

Qu Cuci Laundry, Promosi Dompleng Kegiatan Politik


Bisnis laundry kiloan tidak hanya tumbuh subur di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Bisnis ini ternyata tumbuh juga di kota-kota kecil yang mayoritas penduduknya masih menggantungkan usahanya di bidang pertanian, peternakan dan perkebunan.

Sebut saja di kabupaten Garut Jawabarat. Kabupaten yang terletak sekitar 64 km sebelah tenggara Bandung ibu kota Jawa Barat ini, lima tahun silam teryata sudah ada yang berani terjun memulai bisnis laundry kiloan.

Qu Cuci Laundry nama usahanya. Jasa laundry kiloan ini merupakan yang pertama hadir di kota dodol ini. Ismail Satriyanto sang pengelola Qu Cuci Laundry menuturkan susahnya meyakinkan investor untuk memulai bisnis laundry di kota kecil ini. "Mohon maaf Pak Ismail, Garut masih belum baik untuk berinvestasi, karena usaha-usaha di Garut belum baik,” tutur Ismail menirukan calon invetor.

Melalui perkenalannya dengan Ir. Rahman pengusaha laundry asal Bandung, ia pun berhasil mendirikan QU Cuci Laundry pada tanggal 18 Juli 2006. Penamaan QU sendiri diambil dari dua kata, Quality Utama. Artinya kualitas harus diletakkan menjadi prioritas yang utama.

Saat itu ia hanya bermodalkan mesin cuci di rumah seadanya, motor bekas yang belum lunas untuk antar jemput serta pengawai 3 orang. Begitu usahanya buka, tidak banyak masyarakat yang datang.

Cara Unik Mengemas Promosi
Sebagai pionir bisnis laundry kiloan tentu sangat berat untuk memperkenalkan usahanya. Tapi bagi Ismail semua pasti ada jalan keluarnya. Ia coba menciptakan brand usahanya melalui cara-cara unik utuk menarik perhatian masyarakat.

Cara unik tersebut ia lakukan dengan cara mengaitkan bisnisnya kepada isu politik yang sedang berkembang. Sebagai contoh saat ramai pemilihan Bupati Garut, ia turut meramaikan situasi tersebut dengan menyebar foto-foto lucu dirinya bergaya seorang calon Bupati.

Foto-foto tersebut ditempel di setiap penjuru kota dan kecamatan dengan bertuliskan “Pendukung Politik Bersih”. Namun jika diperhatikan lebih dekat lagi ternyata pamplet tersebut berisi iklan bisnis laundry Qu Cuci.

“Kita promosinya memanfaatkan kertas fotocopian yang menggunakan kata-kata politik dan sindiran-sindirian intelektual. Di kertas itu juga saya memberikan solusi-solusi yang diperuntukkan untuk orang-orang intelektual” tutur Ismail.

Tentu saja ia memiliki pertimbangan mengapa cara itu dipilihnya. Pertama ia melihat bahwa konsumennya adalah orang-orang sukses dan kaum intelek. Menurutnya orang orang tersebut membutuhkan hiburan intelektual dan kata-kata kritis yang membela kepentingan orang banyak.

Kedua menurutnya promosi harus menggunakan hal hal yang unik. Apalagi sebagai poinir bisnis yang tidak banyak dikenal orang.

Hasilnya ternyata luar biasa, branding Qu Cuci Laundry menjadi sangat kuat. Sampai-sampai setiap kali ia mengisi acara di sebuah pertemuan, selalu ada yang berteriak “hidup pendukung politik bersih”.

“Saya sangat senang, karena strategi pasar laundry dengan cara unik itu berhasil. Saking simpatinya dan dianggap brialiandnya ide ide saya, beberapa orang baik di perkotaan atau di kecamatan-kecamatan berdatangan meminta saya mencalonkan diri menjadi Bupati Garut” tuturnya.

Terapkan Empat Stretegi
Setelah branding tersebut mulai perlahan terbentuk, ia kemudian melanjutkan strategi untuk mengembangkan usahanya supaya lebih mapan. Strategi pengembangan bisnis laundrinya ini ia pilah menjadi 4 strategi, yaitu

Pertama, Memperkuat finansial yang ia sebut leader. Di sini laporan keuangan sebagai pengendali atau leader. Perusahaannya tidak dipimpin oleh orang, tetapi oleh laporan keuangan.

Keputusan ia berikan kepada karyawan sepenuhnya. Ukurannya kinerja diletakan kepada percepatan pendapatan bruto. Karena menurutnya cara untuk mempercepat pendapatan adalah dengan cara memaksimalkan aset-aset yang dimiliki berupa barang-barang dan orang-orang yang harus dimaksimalkan.

Kedua, perkuat pelanggan yang ia sebut sebagai ujung tombak. Pada bagian ini bagian penjualan harus mampu dari satu menjadi dua, tiga dan seterusnya. Mereka harus melayani pelanggan dengan cara yang sangat memuaskan.

Bagian pemasaran ini pun harus mampu membangun opini publik melalui berbagai cara. Diantaranya menyebarkan leflet yang ditempel di dinding kurang lebih 8000 perbulan. Begitu juga dengan motor dan mobil semuanya ditempel “Qu Cuci Pendukung Politik Bersih”. Kendaraan-kendaraan tersebut akan berkeliling di jalan-jalan di Garut.

Ketiga, perkuat produksi. Pada bagian ini kecepatan pencucian dan mutu cucian yang harus memuaskan pelanggan. Sama seperti kebanyakan bisnis laundry kiloan lainnya, paketnya pun tak banyak berbeda, seperti pencucian ekpres dan standar sampai ke pengantaran barang.

Mungkin dari segi harga yang sedikit berbeda. Setiap pakaian cucian perkilonya dikenakan biaya 7000 sudah termasuk jasa penyetrikaan. Ada juga karpet dengan biaya pencucian 5000 permeter. Serta cuci satuan untuk bad cover atau selimut 8000 persatu.

Keempat, perkuat seleksi staf dan pelatihan. Seleksi staf dilakukan selama tiga bulan. Sementara pelatihan dilakukan setiap satu minggu satu kali melalui rapat koordinasi sesuai dengan bidangnya masing masing.

“Pegawai-pegawai saya terlatih melayani pelanggan. Setiap rabu kita rapat koordinasi staf pimpinan. Setiap jumat kita rapat koordinasi staf bagian produksi dan admin. Setiap seminggu dua kali rapat staf bagian pemasaran dan anggotanya untuk promosi” kata Ismail.

Jika omset QU Cuci bertambah tak segan-segan ia mengajak karyawanya yang jumlahnya mencapai 43 orang itu untuk berekreasi ke tempat wisata.

Sabar dan terus belajar adalah kata kunci suksesnya. Ia akhirnya melewatai masa-masa sulit itu. Terbukti saat ini Qu Cuci yang berpusat di Jalan Purnawarman No.37 Garut telah memiliki 10 cabang yang tersebar di Kabupaten Garut diantaranya di Ciledug, Kerkop, Pasawahan, Leles, Kadungora, Karangpawitan, Cibatu, Banyuresmi, Bayongbong dan di Cikajang.

Dari 10 cabang Qu Cuci tersebut Ismail meraup omset antara 40-50 juta setiap bulannya. Belum lagi ia bisa membeli rumah sebagai tempat produksi, memiliki satu mobil dan lima motor besar untuk pengantaran.

“Saya berbisnis untuk beribadah kepada Allah. Saya ingin membangun manusianya dari kemiskinan. Staf saya semuanya dilatih untuk menjadi pengusaha. Jika sudah mampu, boleh mandiri, meskipun membuka sendiri laudry seperti saya,” kata pengusaha yang juga motivator ini.

Terbukti berkah dari didikannya, beberapa karyawannya sudah membuka usaha laundry sendiri. Usaha-usaha laundry ini pun turut meramaikan binis laundry di kota dodol ini.

Penulis : Muhammad Yasin
Diterbitkan oleh Majalah Pengusaha Muslim Edisi 13.
Volume 2. Januari September 2011
Rubrik Laporan Utama Tema Bisnis Laundr Banjir Rezeki

Jumat, 15 Maret 2013

Rabbani Profesor kerudung Indonesia

Kerudung Rabbani

Kerudung instan memang sudah tidak aneh lagi di negeri yang mayorits muslim ini. Rabbani Asysa adalah pionirnya. Tentu saja namanya sudah sangat terkenal sebagai penemu kerudung instan paling kreatif sejak tahun 2000-an.

Untuk memakai kerudung Rabbani ini seorang muslimah hanya membutuhkan waktu kurang lebih 6 detik saja. Karena memang bahan kerudung yang digunakan Rabbani terbuat dari bahan kaos dan tim kreatif Rabbani selalu menyesuaikan kerudung tersebut dengan muka muslimah Indonesia pada umumnya.

Meskipun menggunakan bahan kaos, bukan berarti kerudung instan rabbani hanya bisa dikenakan di acara santai dan rumahan saja. Beberapa tipe kerudung seperti 'picanto, 'carens', dan 'innova' membuat tampilan muslimah menjadi lebih resmi. Tentunya dengan menambahkan beberapa aksesoris lainnya berupa kalung, cincin kerudung, korsase, bros, atau syal.

Kreasi-kreasi yang dihasilkan Rabbani telah menyedot perhatian banyak kalangan, mulai dari masyarakat biasa sampai para selebritas penikmat busana. Hingga bulan Juli 2010 ini saja Rabbani telah membuka outlet sebanyak 120 outlet.

Outlet-outlet besar ini tersebar di seluruh Indonesia dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Dan beberapa produknya sudah dikirim ke luar negeri untuk sub dealer Rabbani di sana seperti Malaysia, Hongkong, Mesir, Belanda dan Australia.

Nama Rabbani sendiri sebetulnya bukanlah merek dagang busana Muslim. Mulanya pada tahun 1991, Amry mengenakan nama Rabbani untuk bisnis perdananya sebagai penjual buku-buku muslim serta alat tulis kantor.

Keberhasilannya menjalani profesi sebagai penjual buku ini berawal dari jualan di pinggir kampus Universitas Padjajaran (Unpad). Saat usahanya mulai menaik ia membuat sebagian rumah kontrakannya di Jalan Haur Mekar menjadi toko buku.

Sedikit demi sedikit keuntungan yang ditorehnya ia kumpulkan hingga bisa membuka toko Pustaka Rabbani masih di sekitar Unpad di Jalan Dipati Ukur. Saking sibuknya dalam menjalankan usaha, pria kelahiran Aceh Utara, 20 Februari 1967 ini akhirnya meninggalkan kuliahnya di Sastra Arab Unpad.

Namun pada tahun keempat, Amry membanting stir usaha bukunya kepada usaha kerudung. Ia melihat saat itu situasi masyarakat muslim Indonesia, khususnya di instansi formal pemerintahan seperti pendidikan dan perkantoran, dilarang mengenakan kerudung. Sedang bagi Amry dengan adanya pelarangan justru malah bisa menumbuhkan keinginan untuk mengenakan kerudung.

Maka dengan modal nekad, Ia menjual toko buku miliknya dan rela melepas 30 karyawan yang tidak siap ikut berputar haluan. Uang 15 juta hasil penjualan toko lantas ia jadikan modal untuk menggarap usaha busana Muslim. Selain dari hasil penjualan toko, Amry juga mendapat tambahan modal dari menggadaikan lima gram emas mahar yang diberikannya ketika meminang Nia pada tahun 1991.

Sedang ide kerudung instan sendiri muncul saat ia dan istrinya berkunjung ke Tanah Suci tahun 2003. Di sana, sang istri melihat ada perempuan muslim Cina yang mengenakan kerudung kreasi. Dari sanalah ide-ide kerudung baru bermunculan.

Strategi menghadapi Persaingan Pasar 

Setiap tahun usaha kerudung Amry dan istrinya di bawah naungan CV Rabbani Asysa terus memperlihatkan kemajuannya yang sangat siginifikan. Akibatnya beberapa produk serupa dengan meniru konsep kerudung instan dari produsen kerudung lainnya mulai bermunculan di sana-sini yang jumlahnya tidak terhitung lagi. 

Untuk mensiasati persaingan ini, seperti yang dituturkan Ari Noviani, Marketing Komunikasi, Rabbani menargetkan pertiga bulan sekali mengeluarkan produk baru dari inovasi tim kreatif Rabbani. Setiap satu model yang baru tersebut diproduksi sebanyak 35 ribu kerudung untuk 120 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Tiga bulan sekali kita mengeluar produk baru. Dari design awal sampai saat ini sudah mencapai ribuan model. Setiap produk yang habis terjual maka kita tidak membuat lagi model yang serupa, tapi kita berkreasi mencari model yang baru. Itulah alasan kita membuat tagline Rabbani sebagai Profesor kerudung Indonesia” kata Noviani.

Kerudung-kerudung Rabbani memiliki harga yang bervariasai, mulai dari harga 14.500 sampai dengan 80.000. Selain kerudung, Rabbani pun mengeluarkan beberapa produk lainnya seperti busana muslimah. Harga busana muslimah berkisar antara 89.900 rupiah sampai 400.000 rupiah per potongnya. Serta ada beberapa produk lainnya lagi seperti mukena, busana anak dan baju muslim.

Sampai saat ini jumlah karyawan yang diperbantukan di Rabbani mencapai 2500 orang. Jumlah ini tersebar baik di kantor pusat di jalan Dipatiukur no 44 Bandung maupun di beberapa tempat design dan produksinya seperti di Leuwisari, Karasak, Soekarno Hatta, Mochammad Toha, Kopo dan beberapa tempat lainnya di Bandung.

Salah satu momen yang paling menjadi perhatian serius Rabbani tak lain adalah di bulan ramadhan. Ramadhan sebagai bulan yang istimewa bagi umat Islam dalam meningkatkan ibadah, menjadi momen bagi pebisnis busana muslim untuk gencar mempromosikan produknya. Mengingat di akhir ramadhan umat Islam Indonesia masih mengikuti kebiasaan mengenakan pakaian baru di hari raya.

Ari Noviani mengakui pada hari-hari biasa di luar bulan ramadhan para pengunjung yang datang ke outlet pusat Rabbani di jalan Dipatiukur no 44 Bandung berkisar antara 300 sampai 500 orang. Ketika memasuki bulan ramadahan apalagi beberapa hari menjelang hari raya idul fitri jumlahnya bisa melonjak menjadi 700 sampai lebih dari 1000 orang perharinya. Hal serupa pun dialami oleh beberapa outlet di kota-kota besar dengan jumlah yang beragam.

Maka untuk Ramadahan kali ini, Rabbani masih gencar melakukan promosi di media televisi, radio dan media cetak. Bahkan untuk media televisi, Rabbani melakukan promosi produk melalui berbagai tayangan sinetron dan program televisi lainnya dengan cara memasok busana yang dikenakan oleh para artis.

Diantaranya Cinta Fitri Seson Ramadhan, Fitriyah, Islam KTP, Charlie & Trio Angel di SCTV; Ada Kontrakan Dalam Gang, Alif Ba Ta serta Mat Jiung di TPI; Nurjanah dan Nikah Siri di INDOSIAR; Assalamualaikum Ustadz di RCTI; Bioskop Indonesia trans TV (Trans TV); Istri-istri Jagoan di Global TV; serta Wara Wiri Ramadhan di Trans 7.

Sementara ikon kerudung dan busana muslimah sendiri, Rabbani masih menggaet artis ternama Astri Ivo. Namun setahun belakangan ini menurut Noviani, Rabbani melakukan road show ke sembilan kota besar di Indonesia untuk mengaudisi muslimah yang akan dijadikan pendamping Astri Ivo.

“Kita saat ini sedang memilih model Rabbani MISS FIRE (Fresh Icon Rabbani Educated) dengan cara melakukan audisi di sembilan kota besar di Indonesia. Muslimah yang terpilih nantinya akan menjadi pendamping Astri Ivo sebagi ikon Rabbani” kata Noviana.

Selain gencar melakukan promosi di berbagai media dan kegiatan, Rabbani masih menjaga para pengunjung setianya dengan menggunakan sistem keanggotaan. Setiap pengunjung berhak menjadi anggota (member) setelah melakukan pendaftaran dengan biaya 50 ribu.

Rabbani memberikan kelebihan bagi para anggotanya yang saat ini sudah mencapai lebih dari 30 ribu anggota ini, berupa diskon 10 sampai 15 % setiap kali berbelanja produk Rabbani di Outlet yang telah ditentukan.

Selain mendapatkan diskon, keuntungan lain yang didapat dari keanggotaan adalah hadiah dari total poin yang dikumpulkan. setiap member yang berbelanja produk Rabbani dengan nilai 100 ribu atau dengan mengajak dua orang menjadi member akan mendapatkan satu poin dan berlaku kelipatannya.

Di akhir tahun, pon-poin tersebut akan dijumlahkan dan untuk tahun 2010 ini seratus anggota yang memiliki jumlah poin terbanyak akan mendapatkan hadiah berupa umrah.

Dan yang tak kalah hebatnya dari eksistensi Rabbani diantara pesaingnya adalah sistem waralaba yang diterapkan Rabbani yang dinamai dengan wala rabba. Wala artinya loyalitas, sedangkan rabba berarti Tuhan.

Dengan membayar senilai 500 juta seorang investor, sudah bisa berjualan produk-produk Rabbani dalam jumlah besar dengan system bagi hasil. Investor yang memilih waralaba Rabbani ini akan mendapatkan interior dan display yang disesuaikan dengan standarisasi rabbani. Sampai Juli 2010 ini Rabbani memiliki 60 waralaba.

Selain waralaba terdapat pula Sub dealer. Dengan investasi awal 5 juta dan pendaftaran 250 ribu seorang investor akan mendapat diskon 30%. Melalui perwakilan-perwakilan inilah Rabbani terus menancapkan eksistensinya di tengah persaingan busana muslim yang sangat ketat. Tentunya dengan beragam strategi promosi yang bisa mendatangkan loyalitas pelanggan. Dan bulan Ramadhan adalah momennya.


Penulis : Muhammad Yasin
Diterbitkan oleh Majalah Pengusaha Muslim
Edisi 9. Volume 1. September 2010  Rubrik Laporan Utama Hal 20-23 Tema Bisnis Menjanjikan di Saar Lebaran

Imtech Menyasar Kaum Pelajar

Imtech Inhoftank (Samping Al Imarat)

Saat ini teknologi komputer sudah sangat berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat khususnya kaum pelajar di negara berkembang seperti Indonesia ini. Baik produsen atau distributor berlomba-lomba menyediakan berbagai tipe computer beserta aksesorisnya.

Yang menarik disini kaum pelajar sampai saat ini masih menjadi ceruk pasar potensial dalam memasarkan computer beserta aksesorisnya. Mengingat teknologi ini menjadi kebutuhan mereka selama proses pembelajaran. Hal ini menjadi alasan mengapa distributor computer bernama Imtech selalu memilih lokasi tokonya tidak jauh dari lingkungan kampus.

Sejak berdirinya tahun 2007, Imtech saat ini telah memiliki 4 cabang di Jawabarat dan satu cabang di Riau. Diantaranya Imtech Cabang Tasikmalaya di jalan Siliwangi No 67A dekat Universitas Siliwangi dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tasikmalaya.

Imtech Cabang Jatinangor di Desa Cikeruh No 206B Jatinangor Kabupaten Sumedang dekat Universitas Padjadajaran Bandung (Unpad) Jatinangor, Institut Ilmu Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Universitas Winaya Mukti (Unwim).

Imtech Cabang Balubur di Pusat Perbelanjaan Balubur jalan Tamansari Kota Bandung dekat Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pasundan (Unpas), Universitas Islam Bandung (Unisba), Universitas Padjadajaran Bandung (Unpad) Dipatiukur dan kampus lainnya.

Imtech Cabang Inhoftank di jalan Inhoftank No 80 Tegalega Bandung dekat Kampus Studi Bahasa Arab Al Imarat dan SMK Prakarya Internasional. Serta Imtech Dumai jalan Prof. M. Yamin No 144 Dumai Riau.

“Kaum muda menjadi focus kita dalam memasarkan computer. Selain karena kebutuhan kuliah, juga karena mereka relatif lebih konsumtif dibanding yang tua. Jadi pertama kali Imtech buka cabang kita ngambil lokasi yang dekat kampus kecuali yang di Dumai Riau karena memang disana tidak ada kampus” kata Iman Haris Pengelola Imtech saat ditemui di cabang Imtech Inhoftank.

Dalam hal Penyediaan barang, Imtech fokus mengarah ke penyediaan Personal Computer (PC) dan laptop bekas. Menurut Iman daya beli masyarakat sebetulnya tidak terlalu tinggi dan ia mengakui di Imtech setahun belakangan ini penjualan komputer bekas meningkat dibanding komputer baru. Perbedaanya berkisar 70% penjualan bekas dan 30% penjualan baru.

Komputer bekas ini merupakan computer rakitan dengan selisih hardware 50% bekas dan 50% baru. “Di pasar kita yang bekas-bekas ini lebih potensial. Tapi yang baru juga punya pasar sendiri. Barang yang baru cuma ngisi saja sebagai persiapan kalau ada permintaan,” tutur lelaki kelahiran 23 Maret 1979.

Selain menyediakan computer dan laptop baik baru atau bekas, Imtech juga menyediakan aksesoris computer serta jasa servis. Iman menuturkan dari semua cabang tersebut Imtech meraup omset hingga 300 juta setiap bulannya.

Konsep Jual Murah 

Cara yang dilakukan Imtech dalam menggenjot pemasaran komputernya di kalangan mahasiswa adalah dengan memainkan harga serendah mungkin. Bahkan Imtech sendiri memiliki slogan “Bandingkan harga sebelum beli!” yang tersebar di brosur dan iklan di internet.

“Kita tekan harga computer dan laptop bekas semurah mungkin. Karena kita mengejar perputaran uang yang lebih cepat. Disamping para pelajar memang sifatnya seperti itu” kata Iman.

Namun persolaannya computer dan laptop itu tidak setiap hari terjual, sedangkan karyawan dan kebutuhan pokok sehari-hari selalu ada pengeluaran. Untuk menutupi itu Imtech menjual aksesoris dengan harga yang sangat murah juga.

“Kalau yang jualan utama PC dan Notebook kita relative bisa ngambil untung banyak, karena sumber pengambilan barang yang relative murah jauh dibanding Jakarta sekalipun. Nah untuk aksesoris jujur saja kita ngambil untung sedikit” kata lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung Jurusan Bahasa Inggris ini .

Untuk meyakinkan barang-barang bekas yang dijualnya, Imtech memberikan jaminan garansi melebihi kebanyakan toko lainnya, yaitu bisa sampai sebulan penuh. Selain itu ia juga memberikan pelayanan antar barang dengan biaya gratis. “Kita ngasih garansi yang second 30 hari. Garansi kita jauh lebih lama dari toko-toko yang lain. Kalau yang lain seminggu dan dua minggu, belum lagi kita antar gratis” tutur Iman.

Strategi Pemasaran Imech 

Strategi pemasaran yang ditempuh Imtech tergolong sederhana, karena sasaran penjualannya berada di lingkungan sekitarnya maka Imtech memfokuskan promosi ke penyebaran brosur. Untuk wilayah Inhoftank misalnya sebulan Imtech bisa menghabiskan 5000 lembar brosur yang disebar di wilayah strategis dekat lokasi dan di lapangan Tegalega.

Sisanya promosi Imtech menyasar dunia maya semacam facebook, situs gratisan blog di alamat www.imantechnology.blogspot.com dan www.lebihmurahlebihbaik.blogspot.com serta iklan di beberapa situs penyedia iklan gratis.

Iman mengaku tak hanya mahasiswa dan pelajar yang menjadi focus pemasaran produknya. Karena resiko penjualan murah tadi adalah meraup keuntungan sedikit. Karena itu Imtech mengejar pasar borongan seperti warnet, tukang servis serta toko-toko kecil. Diantara pasar borongan tersebut yang paling banyak disasar adalah warnet .

“Kebutuhan warnet itu banyak mulai dari computer sampai aksesoris, yang paling utama headset dan lain-lain. Dan itu bisa berlanjut jika kita terus menjaganya seperti kalau ada kerusakan dan lain-lain kita benahi. Pokoknya sekali ke kita maka harus diupayakan terus ke kita ke depannya. Kalau tidak dijaga seperti itu kita tergilas oleh toko lainnya dengan persaingan yang ketat ini khususnya di Bandung” pungkasnya.


Penulis : Muhammad Yasin
Diterbitkan oleh Majalah Pengusaha Muslim
Edisi 12. Volume1. Desember 2010  Rubrik Topik Utama  Hal 20-21 Tema Omzet Miliaran di Bisnis Komputer